Nustar TV
nusautaratv.
com, JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai upaya penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk perlawanan terhadap nilai-nilai Hak Asasi Manusia. Menurutnya, program ini mendukung hak anak atas gizi dan pendidikan yang layak, sehingga penolakan justru menghambat kemajuan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Pigai sebagai respons langsung terhadap kritik dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto. Tiyo sebelumnya menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pemerintah itu, dengan alasan kurangnya transparansi anggaran dan potensi pemborosan negara.
Pigai menekankan bahwa MBG sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap Konvensi Hak Anak PBB, di mana gizi menjadi pondasi hak dasar. Ia mengajak semua pihak, termasuk mahasiswa, untuk mendukung program ini demi mengurangi stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Hingga kini, polemik MBG terus bergulir di media sosial, dengan berbagai pihak menyuarakan pro dan kontra. Pemerintah berjanji akan mengevaluasi masukan publik untuk menyempurnakan implementasi program tersebut.