https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
03 Jun 2026 | Dilihat: 1123 Kali

Kapolda Kaltim: Hentikan Sebar Konten Parsial! Patroli Siber Kami Tahu Apakah Itu Lalai atau Sengaja

noeh21
Kapolda Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Polisi Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H.
      
NusaUtaraTV.Com, BALIKPAPAN - Kapolda Kalimantan Timur  Inspektur Jenderal Polisi Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H. memberi peringatan keras kepada para kreator konten yang kerap menyebarkan potongan video atau informasi parsial di media sosial tanpa menyertakan konteks yang utuh. Polda Kaltim, tegasnya, memiliki patroli siber yang aktif memantau setiap unggahan dan mampu mengidentifikasi apakah penyebarannya akibat kelalaian, ketidaktahuan, atau kesengajaan.

Pernyataan itu disampaikan Endar, Rabu (3/6/2026), menyusul maraknya unggahan di berbagai platform yang menampilkan cuplikan peristiwa secara tidak lengkap hingga memicu keresahan di masyarakat.

"Kami mengimbau kepada siapa pun yang memiliki niat membuat konten yang hanya menampilkan bagian tertentu dari suatu kejadian tanpa memperlihatkan keseluruhan peristiwa, agar menghentikan praktik tersebut. Konten seperti itu mungkin menguntungkan pembuatnya, tetapi dapat menimbulkan persepsi yang tidak baik dan memicu keresahan di masyarakat," kata Endar.

Ia menegaskan, Polda Kaltim tidak hanya memantau secara pasif. "Kami memiliki patroli siber yang terus memantau perkembangan di media sosial. Dari situ akan terlihat apakah suatu unggahan terjadi karena kelalaian, ketidaktahuan, atau memang ada unsur kesengajaan yang dapat menimbulkan dampak tertentu di masyarakat," ujarnya.

Endar menjelaskan, setiap konten yang beredar akan dianalisis secara menyeluruh sebelum diambil langkah penanganan, sehingga proses penegakan hukum dapat berjalan proporsional sesuai ketentuan yang berlaku. Meski begitu, ia menekankan pendekatan edukatif tetap menjadi prioritas utama kepolisian.

Tak hanya menyasar kreator konten, peringatan Kapolda juga ditujukan kepada masyarakat luas sebagai konsumen informasi. Endar mendorong setiap orang untuk tidak langsung menelan informasi yang beredar sebelum memverifikasinya terlebih dahulu.

"Marilah kita bersama-sama bijak melihat situasi yang sebenarnya terjadi. Jangan mudah terpancing oleh potongan informasi yang belum tentu menggambarkan fakta secara keseluruhan," katanya.

Endar menilai tanggung jawab menjaga kualitas informasi digital bukan semata urusan kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia berharap sinergi antara aparat, media massa, dan warga terus diperkuat demi ruang informasi yang sehat dan akurat.

"Pada era digital seperti sekarang, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menimbulkan keresahan. Dengan demikian stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terus terjaga," pungkas Endar. 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas