Nustar TV
nusautaratv.
com, BALIKPAPAN - Di saat tiket pesawat rute Surabaya menuju Balikpapan sulit ditemukan dan harga melonjak tajam, pihak bandara justru mencatat tidak ada lonjakan pergerakan penumpang yang signifikan.
General Manager Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, R. Iwan Wiyana Mahdar, menyebut kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh ketidakseimbangan arus penumpang dibandingkan peningkatan trafik penerbangan.
Ia menjelaskan, jumlah penumpang yang datang ke Balikpapan saat ini lebih tinggi dibandingkan yang berangkat, sehingga memengaruhi keputusan maskapai dalam menambah frekuensi penerbangan.
“Yang masuk ke Balikpapan banyak, tapi yang keluar tidak seramai itu. Ini jadi pertimbangan maskapai,” ujarnya.
Menurutnya, maskapai yang melayani rute tersebut masih beroperasi sesuai jadwal yang ada tanpa penambahan penerbangan tambahan.
Ia menuturkan, operator dalam kelompok Lion Air Group tetap menjalankan penerbangan sesuai slot yang tersedia.
“Maskapai tidak menambah flight, tetap sesuai slot yang ada,” katanya.
Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan kursi di tengah tingginya permintaan perjalanan menuju Balikpapan, sehingga memicu kelangkaan tiket dan lonjakan harga.
Di sisi lain, pihak bandara menegaskan tidak memiliki kewenangan dalam menentukan jumlah penerbangan maupun tarif tiket.
Seluruh keputusan terkait frekuensi penerbangan dan harga berada di tangan maskapai, sementara bandara hanya menyediakan fasilitas operasional.
“Bandara tidak menentukan harga maupun jumlah penerbangan,” tegasnya.
Selain faktor operasional maskapai, pihak bandara juga melihat adanya perubahan pola perjalanan pasca arus mudik. Sebagian penumpang diperkirakan beralih dari transportasi laut ke udara.
Meski demikian, pergerakan penumpang di Bandara Sepinggan tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Data pada awal April 2026 bahkan mencatat fluktuasi, dengan beberapa hari mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Di beberapa tanggal justru turun dibandingkan tahun lalu, meskipun ada juga hari yang naik,” pungkasnya.
Dengan kondisi tersebut, kelangkaan tiket rute Surabaya-Balikpapan dinilai bukan disebabkan oleh kepadatan bandara, melainkan karena distribusi permintaan yang tidak seimbang serta belum adanya penambahan frekuensi penerbangan oleh maskapai.