NusaUtaraTV.Com || Balikpapan – Limbah rumah tangga tidak selalu berakhir sebagai sampah. Dengan kreativitas dan keterampilan, bahan bekas dapat diolah menjadi produk fungsional yang bernilai ekonomi.
Pesan itu mengemuka dalam Workshop Tote Bag Daur Ulang bertajuk "Upcycling Limbah Jadi Karya Bernilai Jual". Kegiatan ini digelar dalam rangkaian Balikpapan Sustainability Festival 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Balikpapan, Senin (26/10/2026).
Workshop dihadiri Ketua TP PKK Kota Balikpapan sekaligus Ketua Dekranasda Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud, SE.
Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan teknik membuat kerajinan, tetapi juga mendorong peserta melihat limbah sebagai bahan baku yang masih berpotensi ekonomi. Dalam workshop, peserta diajak mengolah bahan daur ulang menjadi tote bag, produk yang praktis untuk aktivitas sehari-hari sekaligus menjadi alternatif tas yang lebih ramah lingkungan.
Nurlena berharap keterampilan mengolah bahan bekas dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang bermanfaat bagi keluarga.
"Semoga dengan adanya acara ini, seluruh peserta dapat mempelajari materi dengan baik, meningkatkan keterampilan, serta mengembangkan potensi ekonomi keluarga," kata Nurlena.
Menurut dia, kreativitas menjadi modal penting untuk mengubah bahan yang dianggap tidak bernilai menjadi produk yang bermanfaat dan dapat dipasarkan.

Upcycling dan Peluang Usaha Rumahan
Upcycling adalah proses mengolah barang atau material bekas menjadi produk baru dengan fungsi dan nilai tambah. Konsep ini berbeda dari sekadar membuang atau mendaur ulang karena menekankan kreativitas dalam menghasilkan produk yang berguna dan bernilai jual.
Keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan, dengan produk yang bisa dipasarkan melalui berbagai saluran penjualan. Meski begitu, peluang ekonomi dari kerajinan berbahan bekas tetap membutuhkan pengembangan. Desain produk, kualitas pengerjaan, kemasan, hingga strategi pemasaran menentukan daya saing.
Nurlena berharap pelatihan semacam ini tidak berhenti di workshop. Peserta diharapkan menerapkan keterampilan yang diperoleh dan mengembangkannya menjadi produk kreatif yang punya pasar.
Kolaborasi dan Manfaat Lingkungan
Nurlena juga mengapresiasi seluruh pihak yang berkolaborasi dengan TP PKK dan Dekranasda Kota Balikpapan. Menurutnya, kolaborasi lintas pihak perlu terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses pelatihan dan pendampingan, sehingga keterampilan berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain menambah penghasilan, pemanfaatan kembali bahan bekas juga bermanfaat bagi lingkungan. Semakin banyak material yang digunakan kembali, semakin sedikit limbah yang langsung menjadi sampah.
Melalui Balikpapan Sustainability Festival 2026, pesan yang dibangun adalah bahwa persoalan limbah tidak hanya soal pengelolaan sampah. Bahan yang dianggap tidak terpakai masih bisa menjadi sumber kreativitas dan peluang ekonomi bila diolah dengan tepat.