https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
25 Okt 2026

351 Film dari 102 Kota dan Kabupaten Ramaikan Balikpapan Film Festival 2026, Sineas India Ikut Berpartisipasi

noeh21
Wali Kota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas\'ud, S.E., M.E.,
      
NusaUtaraTV.Com || Balikpapan – Balikpapan Film Festival (BFF) 2026 mempertemukan ratusan karya sineas dari berbagai penjuru Indonesia. Sebanyak 351 film tercatat ambil bagian dalam festival yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ketujuh.
 
Karya-karya itu berasal dari 102 kota dan kabupaten di Indonesia. Festival juga menerima karya dari sineas India, menandai makin luasnya ruang pertemuan perfilman yang dibangun lewat BFF.
 
Rangkaian festival berlangsung 23–25 Oktober 2026. Dua hari pertama diisi pemutaran film, sedangkan puncak kegiatan berupa pemberian penghargaan digelar di Gedung Kesenian Balikpapan, Minggu (25/10/2026).
 
Wali Kota: Banyak Sekali Manfaatnya
 
Wali Kota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas'ud, S.E., M.E., menyambut baik penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan perfilman dapat menjadi bagian dari pengembangan kreativitas sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat menikmati karya para sineas.
 
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Banyak sekali manfaatnya. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus diadakan," kata Rahmad Mas'ud.
 
Ia menyebut kehadiran festival film di Balikpapan tidak semata soal kompetisi. Lebih dari itu, festival menjadi sarana mempertemukan masyarakat dengan para pembuat film dan mengenalkan beragam karya dari daerah lain.
 
Rahmad pun mengajak masyarakat hadir dan meramaikan BFF 2026. Menurutnya, makin banyak warga yang terlibat dalam kegiatan kreatif, makin terbuka ruang bagi tumbuhnya talenta dan ekonomi kreatif di daerah.
 
Cerita dari Daerah, Ruang Bertukar Gagasan
 
Bagi para sineas, festival seperti BFF menjadi kesempatan membawa cerita dari daerah masing-masing ke hadapan penonton yang lebih luas. Keragaman asal karya juga menunjukkan bahwa produksi film Indonesia tidak hanya bertumpu pada pusat-pusat industri perfilman.
 
Setiap daerah punya cerita dan karakter yang bisa diterjemahkan ke dalam karya audiovisual. Pertemuan berbagai karya dalam satu festival menciptakan ruang untuk saling mengenal, bertukar gagasan, dan membangun jejaring antarpegiat film.
 
Partisipasi sineas India memberi warna berbeda pada BFF tahun ini. Kehadiran karya dari luar negeri membuka peluang pertukaran perspektif dalam memandang film sebagai medium bercerita.
 
Memasuki tahun ketujuh, BFF diharapkan terus menjadi bagian dari pertumbuhan ekosistem perfilman dan ekonomi kreatif di Balikpapan.
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas