NusaUtaraTV.Com || Jakarta – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menceritakan perjalanan kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN) hingga dipercaya Presiden Prabowo Subianto memimpin Kementerian HAM. Cerita itu ia sampaikan dalam pidato pada Peringatan Hari HAM Sedunia ke-78 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Acara tersebut berlangsung dalam rangkaian Rapat Koordinasi Penggerak HAM dan Tasyakuran Hari Bhakti Kementerian HAM 2026.
Di hadapan jajaran Kementerian HAM, mulai dari wakil menteri hingga para pejabat, Pigai mengaku pernah menduduki posisi struktural dan fungsional di sejumlah instansi pemerintah. Bidangnya meliputi ketenagakerjaan, perlindungan pekerja migran, transmigrasi, dan pembangunan desa. Menurutnya, pengalaman itu membuatnya memahami berbagai bidang pemerintahan.
Pigai juga membandingkan perjalanan kariernya dengan latar belakang sejumlah menteri lain di kabinet yang menurutnya tidak jelas.
"Menteri lain yang latar belakang gak jelas, saya 5 kementerian pernah jadi eselon 4, mulai dari tukang ketik," ujar Pigai.
Sempat bertanya-tanya soal pilihan Presiden
Pigai mengaku sempat mempertanyakan alasan Presiden Prabowo menunjuknya sebagai Menteri HAM, bukan menempatkannya di kementerian yang sesuai dengan pengalaman kariernya.
Meski begitu, ia menyebut keputusan tersebut sebagai bukti kecerdasan Presiden Prabowo dalam menentukan posisi menteri berdasarkan pertimbangan yang dimilikinya. Pigai pun mengajak seluruh pegawai Kementerian HAM menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas kepercayaan yang diberikan.
Tegaskan anti-suap
Pigai juga menekankan bahwa sejak menjabat dua tahun lalu, ia mengaku antisuap.