NusaUtaraTV.Com || BALIKPAPAN — Tawaran bekerja ke luar negeri dengan iming-iming gaji tinggi dan proses keberangkatan yang cepat perlu diwaspadai. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat agar tidak langsung percaya sebelum memastikan legalitas perusahaan atau agen penyalur tenaga kerja.
Kepala Disnaker Balikpapan Adamin Siregar mengatakan, calon pekerja migran harus memastikan proses penempatan dilakukan melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang resmi dan terdaftar. Menurut dia, masyarakat dapat meminta bantuan Disnaker untuk mengecek legalitas perusahaan maupun agen yang menawarkan pekerjaan di luar negeri.
"Jangan sampai nanti P3MI-nya tidak terdaftar. Karena saat ini banyak agen atau perusahaan yang mengaku resmi, padahal tidak resmi," kata Adamin, Minggu (4/10/2026).
Jangan Tergiur Gaji Besar dan Proses Cepat
Ia meminta calon pekerja tidak menjadikan besarnya gaji atau cepatnya proses keberangkatan sebagai alasan untuk segera mendaftar. Terlebih, masyarakat diminta tidak buru-buru menyerahkan uang muka atau down payment (DP) kepada pihak yang menawarkan pekerjaan sebelum seluruh proses dan status penempatannya jelas.
"Apalagi jangan DP dulu. Khawatirnya nanti malah diberangkatkan bukan untuk bekerja. Uang panjar itu bahayanya, bisa masuk perdagangan orang," tegasnya.
Jalur Tidak Resmi Berpotensi Berujung TPPO
Adamin mengatakan, persoalan pekerja migran yang berangkat melalui jalur tidak resmi juga dapat berujung pada persoalan hukum dan membuka peluang terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Ia mencontohkan adanya penelusuran aparat penegak hukum terhadap warga beridentitas Balikpapan yang diduga terindikasi dalam kasus perdagangan orang, namun tidak tercatat dalam data Disnaker sebagai pekerja migran yang ditempatkan melalui mekanisme resmi.
"Kalau ada pekerja kita yang tidak resmi, itu pasti ketahuan dan pasti ditelusuri. Kemarin ada kunjungan Bareskrim ke sini, ada warga Balikpapan yang terindikasi masuk dalam perdagangan orang. Ini sedang dicari datanya seperti apa," ujarnya.
Karena itu, Adamin mengimbau masyarakat melakukan verifikasi terlebih dahulu terhadap setiap informasi lowongan kerja luar negeri yang diperoleh, termasuk yang beredar melalui media sosial.
Peluang Kerja di Jepang Masih Terbuka untuk Sektor Hospitality
Menurut Adamin, peluang bekerja di luar negeri sebenarnya tetap terbuka bagi masyarakat Indonesia. Salah satu sektor yang masih memiliki kebutuhan tenaga kerja adalah bidang hospitality di Jepang, dengan sejumlah posisi seperti housemaid, production worker, waiter, caregiver, hingga perawat.
"Rata-rata untuk hospitality. Ada housemaid, production worker, waiter, caregiver, dan nurse atau perawat," katanya.
Adamin menekankan, peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan persiapan yang matang dan melalui jalur penempatan yang sesuai ketentuan.
"Kalau mau ke luar negeri, kita sarankan harus melalui mekanisme yang prosedural. Siapkan diri dan lakukan melalui prosedur yang benar," pungkasnya.