NusaUtaraTV.Com ||《Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menawarkan proyek depo kontainer di Kilometer 13, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, kepada investor. Kawasan logistik seluas 11,4 hektare itu diproyeksikan menghasilkan pendapatan hingga Rp100 miliar per tahun bila beroperasi optimal.
Penawaran dilakukan dalam Mahakam Investment Forum yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan proyek ini bagian dari pengembangan kawasan logistik terpadu sekaligus mendukung distribusi barang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Fadli, penjajakan investasi dilakukan lewat DPMPTSP Balikpapan bersama DPMPTSP Kaltim dan Bank Indonesia. Dalam forum itu, Pemkot bertemu langsung sejumlah calon investor, salah satunya dari Hong Kong.
"Proyek depo kontainer ini kami tawarkan kepada calon investor sebagai salah satu peluang pengembangan kawasan logistik terpadu di Balikpapan. Harapannya, proyek ini tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi barang," ujar Fadli, Sabtu (31/10/2026).
Baru Proyeksi
Berdasarkan kajian bisnis, depo berpotensi memberi pendapatan sekitar Rp100 miliar per tahun. Angka itu masih proyeksi, bukan pendapatan pasti, dan realisasinya bergantung pada skema investasi, tingkat pengembangan kawasan, dan pola pengelolaan setelah beroperasi.
Lahan Masih Jadi Pekerjaan Besar
Lahan 11,4 hektare itu aset Pemkot, tetapi belum sepenuhnya siap dibangun. Pemkot mengalokasikan sekitar Rp10 miliar dari APBD 2026 untuk land clearing, namun pembersihan baru mencakup sekitar 3.700 meter persegi. Untuk seluruh kawasan, kebutuhan anggaran diperkirakan Rp50 miliar hingga Rp60 miliar.
"Yang menjadi tantangan sekarang adalah kesiapan lahannya. Untuk menyelesaikan land clearing seluruh kawasan, kebutuhan anggarannya diperkirakan sekitar Rp50 miliar sampai Rp60 miliar," kata Fadli.
Kondisi itu menjadi alasan Pemkot aktif mencari mitra investasi agar penyiapan kawasan lebih cepat.
Dukung Logistik IKN dan Tata Kendaraan Berat
Kawasan Karang Joang dipilih karena relatif dekat dengan jaringan tol serta jalur distribusi dari Pelabuhan Semayang dan Kaltim Kariangau Terminal (KKT), sekitar 10 hingga 15 menit dari sejumlah jalur utama logistik. Depo diharapkan memperkuat distribusi barang dari pelabuhan ke Balikpapan, IKN, dan wilayah penyangga.
Kawasan khusus ini juga diharapkan mengurangi pergerakan kendaraan angkutan berat di ruas jalan perkotaan.
"Keberadaan depo kontainer ini diharapkan dapat mendukung penataan lalu lintas kendaraan angkutan barang. Dengan adanya kawasan khusus logistik, aktivitas kendaraan berat di jalan utama kota diharapkan bisa lebih terkendali," ujar Fadli.
Dokumen Sudah Disiapkan
Pemkot menyatakan dokumen pendukung telah tersedia, yakni Detail Engineering Design (DED), studi kelayakan, dan kajian bisnis, yang disiapkan dan ditinjau bertahap sejak 2016 hingga 2025. Meski begitu, kesiapan lahan, sumber pendanaan, dan skema pengelolaan masih harus dipastikan.
Pemkot berharap penjajakan di forum ini berlanjut menjadi kerja sama investasi, agar proyek yang lama dirancang itu beranjak dari kajian ke pembangunan fisik.