https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
26 Okt 2026

GPM di Balai Kota Balikpapan Ramai Pembeli, Omzet Hari Pertama Rp56,37 Juta, Pemkot Siapkan Gelaran di Kecamatan

noeh21
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, Sri Wahyuningsih
      
NusaUtaraTV.Com || Balikpapan – Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Balai Kota Balikpapan selama tiga hari mendapat respons tinggi dari masyarakat. Antusiasme warga membuat omzet penjualan sejumlah komoditas pangan melampaui ekspektasi pemerintah.
 
Pada hari pertama, omzet GPM tercatat sekitar Rp56,37 juta. Komoditas yang banyak dibeli antara lain minyak goreng, telur, beras, gula, serta sayur dan buah.
 
"Antusias masyarakat pengguna Gerakan Pangan Murah itu banyak sekali. Tiga hari itu full, omzetnya juga lumayan selama tiga hari, hari pertama tembus Rp56,37 juta, kalikan saja selama tiga hari," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, Sri Wahyuningsih, Senin (26/10/2026).
 
Menurut dia, kunjungan warga ke halaman Balai Kota di luar perkiraan. Semula pemerintah menduga lokasi itu tidak terlalu ramai karena berada di kawasan perkantoran pemerintahan.
 
"Kami berpikir di Balai Kota ini kan kawasan pemerintahan, mungkin masyarakat bukan untuk datang. Ternyata justru GPM di sana berhasil," katanya.
 
Rincian Penjualan Hari Pertama
 
Pada hari pertama, minyak goreng terjual 78 pak, telur 60 piring, beras premium 200 kilogram, beras SPHP Bulog 1 ton, serta beras premium Bulog 1 ton. Minyak goreng kemasan lainnya terjual sekitar 600 pak dan gula 100 kilogram. Komoditas sayur dan buah mencatat omzet sekitar Rp10,4 juta.
 
Digelar Lagi, Bisa Pindah ke Kecamatan
 
Melihat tingginya respons warga, pemerintah berencana kembali menggelar GPM dalam beberapa bulan ke depan dengan dukungan sejumlah pihak, termasuk Bank Indonesia.
 
"Berdasarkan kesepakatan dengan TPID dan Bank Indonesia, rencananya Oktober ini, November satu kali, kemudian Desember bisa dua kali," ujar dia.
 
Pelaksanaan berikutnya tidak selalu di halaman Balai Kota. Pemerintah berencana memindahkan lokasi GPM ke sejumlah kecamatan agar manfaatnya menjangkau lebih banyak warga.
 
"Tidak harus di tempat yang sama. Bisa pindah-pindah, ke kecamatan," katanya.
 
GPM Mobile Terus Diperluas
 
Selain GPM terpusat, pemerintah juga menjalankan konsep GPM Mobile untuk mendekatkan akses pangan murah. Menurut Sri Wahyuningsih, konsep ini sebenarnya sudah berjalan sebelum istilah GPM Mobile banyak dipakai, dengan pasar murah rutin di beberapa lokasi.
 
"GPM Mobile sebenarnya sudah kami lakukan. Di dinas kami sudah melakukan GPM satu minggu empat kali," katanya.
 
GPM digelar antara lain di Taman Tiga Generasi pada Sabtu dan Minggu, Taman Bekapai pada Minggu, serta sejumlah lokasi lain. Pasar murah juga menyasar permukiman dengan berkeliling ke kelurahan, dan Bulog turut melakukan kegiatan serupa.
 
"Bulog tahun ini sudah tiga kali keliling-keliling di kelurahan. Ditambah dengan pasar murah dari dinas yang juga mobile, menggunakan mobil," ujarnya.
 
Pemerintah berharap pola ini memperluas jangkauan distribusi pangan murah dan membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas