Nustar TV
nusautaratv.
com, Balikpapan - Antusiasme masyarakat terlihat memenuhi BSCC Dome Balikpapan pada Jumat (13/2/2026) malam. Ribuan warga datang untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit bertajuk Semar Mbangun Khayangan yang digelar oleh Polda Kalimantan Timur.
Sejak pukul 19.00 Wita, arus kedatangan pengunjung terus meningkat. Keluarga, komunitas budaya, hingga masyarakat umum memadati pintu masuk gedung pertunjukan, menciptakan suasana ramai menjelang acara dimulai.
Rangkaian kegiatan dibuka sekitar pukul 20.45 Wita dengan tarian Gambyong yang mengiringi kedatangan Kapolda Kalimantan Timur Endar Priantoro. Iringan gamelan Jawa menguatkan nuansa tradisi dalam pembukaan pagelaran.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir mengenakan busana adat Jawa, di antaranya Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji serta Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.
Pertunjukan wayang kulit dipimpin oleh dalang Ki MPP Bayu Aji dengan iringan sinden tamu Niken Salindri yang membawakan tembang-tembang Jawa sepanjang alur cerita.
Kapolda Kaltim Endar Priantoro mengatakan kegiatan ini digelar sebagai hiburan terbuka bagi masyarakat sekaligus bentuk kedekatan institusi kepolisian dengan publik.

"Pagelaran ini kami buka gratis untuk masyarakat sebagai ruang hiburan budaya sekaligus apresiasi atas kebersamaan menjaga keamanan di Kalimantan Timur," ujar Endar.
Ia menyebut bahwa seni tradisi seperti wayang kulit tetap relevan sebagai media penyampaian nilai kehidupan.
"Di dalam cerita wayang terdapat pesan tentang kepemimpinan, keadilan, dan kepedulian sosial yang masih sangat sesuai dengan kondisi saat ini," tuturnya.
Sementara itu, Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan bahwa lakon Semar Mbangun Khayangan dipilih karena menggambarkan upaya membangun kehidupan yang aman dan tenteram.
"Khayangan dimaknai sebagai tempat damai dan nyaman. Filosofi ini ingin kami sampaikan agar Kalimantan Timur terus menjadi wilayah yang aman bagi semua," ucap Yuliyanto.
Selain pertunjukan utama, panitia menghadirkan belasan booth UMKM di sekitar gedung pertunjukan. Stan tersebut dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk kuliner dan kerajinan kepada pengunjung.