https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
15 Apr 2026 | Dilihat: 1120 Kali

Pendanaan PSEL Balikpapan Disebut Ditangani Danantara, Pemkot Kebagian Siapkan Lahan

noeh21
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo
      
Nustar TV nusautaratv.com, BALIKPAPAN - Rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Balikpapan memasuki tahap persiapan awal. Pemerintah kota menyatakan lahan proyek di kawasan TPA Manggar telah tersedia, sementara pembiayaan investasi disebut berada di luar tanggung jawab APBD daerah.
 
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan porsi pemerintah kota dalam proyek tersebut difokuskan pada penyediaan lokasi pembangunan serta dukungan sistem pengangkutan sampah menuju fasilitas nantinya.
 
Ia menyebut kebutuhan lahan untuk pembangunan PSEL hanya sekitar empat hektare. Area itu telah disiapkan di dalam kawasan TPA Manggar yang memiliki luas total sekitar 47 hektare.
 
“Untuk lahannya sudah kita siapkan. Yang dibutuhkan sekitar empat hektare,” kata Bagus.
 
Menurut dia, setelah aspek lahan dinyatakan siap, tahapan selanjutnya akan masuk ke proses teknis berupa penyusunan detail engineering design (DED), survei lapangan, serta penetapan pelaksana proyek.
 
Bagus menyampaikan investasi pembangunan fasilitas tersebut akan ditangani Danantara. Sementara pemerintah kota berperan menyiapkan kebutuhan daerah yang berkaitan dengan operasional sampah dari hulu hingga hilir.
 
“Yang berkaitan dengan PSEL itu tanggung jawab Danantara. Nanti mereka menunjuk pihak ketiga,” ujarnya.
 
Ia menjelaskan, fasilitas yang direncanakan di Balikpapan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 750 ton sampah per hari. Angka itu lebih tinggi dibanding timbulan sampah harian kota saat ini.
 
Dengan kapasitas tersebut, fasilitas nantinya diproyeksikan dapat mengolah sampah baru yang masuk setiap hari sekaligus membantu mengurangi timbunan lama di kawasan TPA Manggar.
 
“Kalau berjalan, kapasitasnya 750 ton per hari,” katanya.
 
Data Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan menunjukkan volume sampah harian Balikpapan saat ini berada di kisaran 550 ton per hari. Jumlah itu menjadi salah satu dasar masuknya Balikpapan dalam program percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.
 
Selama ini, sistem penanganan sampah di Balikpapan masih bertumpu pada pengangkutan ke TPA dan penimbunan di lokasi pembuangan akhir. Kehadiran PSEL diharapkan mengurangi tekanan terhadap TPA Manggar yang terus menerima sampah setiap hari.
 
Selain proyek PSEL, pemerintah kota menyebut upaya pengurangan sampah dari sumber tetap berjalan melalui pengolahan kompos, pemanfaatan ulang material tertentu, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga.
 
Bagus menambahkan pembangunan fasilitas besar tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan warga dalam mengurangi sampah dari rumah. Karena itu, program pengurangan sampah tetap menjadi bagian penting sambil menunggu proyek PSEL direalisasikan.
 
Saat ini, pemerintah kota menunggu tindak lanjut dari pihak yang menangani investasi untuk memulai tahapan teknis berikutnya. Jika seluruh proses berjalan lancar, Balikpapan akan memiliki fasilitas pengolahan sampah modern dengan kapasitas terbesar di wilayah sekitarnya.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas