https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
05 Okt 2026

Cegah Stunting Sejak Kandungan, Pemkot Balikpapan Salurkan Beras dan Ayam untuk Ibu Hamil KEK dan Baduta Kurang Gizi

noeh21
Wali Kota Balikpapan bersama jajaran pejabat menyerahkan bantuan beras dan ayam potong program Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) 2026 kepada penerima manfaat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Senin (5/10/2026).
      
NusaUtaraTV.Com || BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyalurkan bantuan beras dan ayam potong melalui program Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) 2026. Bantuan menyasar ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta bayi di bawah dua tahun (baduta) yang kekurangan gizi.

Penyerahan secara simbolis diberikan kepada 100 penerima manfaat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Senin (5/10/2026).

Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas'ud, SE., ME., mengatakan penyaluran CPPD merupakan bagian dari upaya mencegah stunting sekaligus memastikan kebutuhan gizi keluarga, terutama ibu hamil, terpenuhi.

Menurut Rahmad, bantuan itu memang belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan penerima. Namun program ini juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan.

"Generasi emas yang kita wujudkan tahun 2045, inilah langkah-langkah untuk mendukung seluruh program-program pemerintah. Ini tidak cukup Bapak dan Ibu sekalian, dikasih ayam satu ekor, orang hamil kan sembilan bulan," kata Rahmad dalam sambutannya.

Setiap penerima mendapat beras dan ayam. Rahmad menegaskan, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan.

"Karena ini bukan hanya kepentingan kita, bukan hanya kepentingan bapak dan Ibu. Tetapi ini adalah kepentingan bangsa, untuk melahirkan generasi-generasi anak yang cerdas, sehat, dan kuat," ujarnya.

Tekankan Pentingnya Lingkungan Positif

Rahmad juga mengingatkan orang tua agar memperhatikan lingkungan yang membentuk perkembangan anak sejak dalam kandungan, termasuk nilai spiritual dan kebiasaan positif selama kehamilan. Ia mencontohkan kebiasaan orang tua terdahulu yang memperbanyak mendengarkan hal-hal baik dan membaca Al-Qur'an saat istri mengandung.

"Karena itu akan mempengaruhi secara emosional janin yang ada di dalam kandungan kita," tuturnya.

Ia pun mendorong orang tua memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan sumber belajar dan informasi positif.

"Paling tidak, ya sering-seringlah baca-baca Al-Qur'an, dengarkan. Kalau enggak bisa baca Al-Qur'an, sekarang kan sudah gampang, buka YouTube atau HP. Semua warga kan punya HP," katanya.

Menurut Rahmad, bantuan pangan adalah bagian dari pelayanan pemerintah, karena pendidikan dan kesehatan merupakan hak setiap warga negara.

"Sekali lagi bukan pemberian. Tetapi ini adalah hak Bapak/Ibu, khususnya Ibu-ibu sebagai warga dan kami sebagai penyelenggara pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan sesuai yang diamanatkan Undang-Undang Dasar '45. Walaupun belum sempurna, tapi minimal ada yang kami berikan," ujar Rahmad.

521 Penerima Tersebar di 27 Puskesmas

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Sri Wahyuningsih, mengatakan CPPD 2026 diprioritaskan bagi 521 penerima, terdiri atas 109 bayi gizi kurang dan 412 ibu hamil KEK. Mereka tersebar di 27 puskesmas dan 30 kelurahan.

Program ini menjadi intervensi untuk memastikan kecukupan gizi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), fase penting pertumbuhan dan perkembangan anak.

"Bantuan yang disiapkan berupa 28.843,39 kilogram beras kualitas premium serta 212 ekor ayam beku dengan berat rata-rata 1,8 kilogram per ekor," kata Sri.

Beras disalurkan bertahap. Tahap pertama pada 3 Agustus 2026 sebanyak 10.420 kilogram untuk 521 penerima, dan jumlah yang sama pada tahap kedua, 9 September 2026. Tahap ketiga dijadwalkan 5 dan 6 Oktober 2026 dengan sisa alokasi 8.003,39 kilogram, yakni 7.750 kilogram untuk 412 ibu hamil KEK dan 253,39 kilogram untuk 25 bayi kurang gizi.

Sri menjelaskan, penyaluran juga mempertimbangkan wilayah rawan pangan berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA). Data Dinas Kesehatan Balikpapan 2025 mencatat 1.483 anak teridentifikasi stunting, sementara ibu hamil KEK mendapat perhatian khusus karena berisiko lebih besar melahirkan bayi dengan masalah pertumbuhan.

Melalui CPPD 2026, Pemkot berharap intervensi gizi dilakukan sejak kehamilan hingga awal kehidupan anak, sehingga penurunan stunting tidak menunggu anak mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi dimulai sejak 1.000 HPK.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas