Nustar TV
nusautaratv.
com, BALIKPAPAN - Kekurangan tenaga guru di sejumlah sekolah di Balikpapan diatasi melalui skema non-aparatur sipil negara (ASN).
Pemerintah kota menggunakan mekanisme Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Langkah ini diambil di tengah keterbatasan daerah dalam melakukan rekrutmen guru tetap.
Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Hamid, menjelaskan kekosongan tenaga pengajar terjadi setelah banyak guru memasuki masa pensiun dalam waktu yang berdekatan.
“Terjadi pensiun besar-besaran, sementara penerimaan juga dibatasi,” ujarnya.
Hamid menyebut, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan langsung untuk mengangkat guru melalui jalur ASN maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Seluruh proses rekrutmen tersebut diatur oleh pemerintah pusat, sehingga daerah hanya dapat menyesuaikan dengan kebijakan yang berlaku.
“Daerah tidak bisa langsung merekrut, semua mengikuti aturan pusat,” katanya.
Sebagai solusi sementara, pemerintah kota membuka rekrutmen tenaga pengajar melalui skema PJLP.
Melalui mekanisme ini, ratusan tenaga pengajar direkrut untuk mengisi kebutuhan di berbagai sekolah.
“Sekitar 600 sudah direkrut dan ditempatkan di beberapa sekolah,” ucap Hamid.
Ia menuturkan, tenaga yang direkrut melalui skema tersebut ditempatkan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Hamid menjelaskan, skema PJLP melibatkan pihak ketiga dalam proses pengadaan tenaga kerja.
Dengan mekanisme tersebut, pemerintah kota dapat memenuhi kebutuhan tenaga pengajar tanpa melanggar ketentuan rekrutmen ASN.
“Memang melalui pihak ketiga, itu mekanismenya,” terang Hamid dihadapan awak media, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan di tengah keterbatasan tenaga pengajar.
DPRD, ungkapnya, terus memantau kebijakan tersebut dan mendorong upaya pemenuhan kebutuhan guru melalui jalur yang tersedia.
“Yang penting proses belajar mengajar tetap berjalan,” tegasnya.