https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
20 Jun 2026 | Dilihat: 1107 Kali

Balikpapan Perkuat Demokrasi Pascapemilu, Literasi Digital Jadi Benteng Cegah Polarisasi

noeh21
      
NusaUtaraTV.Com, Balikpapan — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong penguatan politik yang berintegritas dan peningkatan literasi digital sebagai upaya menjaga persatuan serta kualitas demokrasi setelah pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024.
 
Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkifli, saat mewakili Wali Kota Balikpapan dalam Diskusi Publik bertema Mewujudkan Politik yang Berintegritas dan Bermartabat Pasca Pemilu dan Pilkada Tahun 2024 yang digelar Asosiasi Pengajar Politik dan Kebijakan Publik di Poltekkes Kemenkes Balikpapan, Sabtu, (20/6/2026). 
 
Menurut Zulkifli, keberhasilan demokrasi tidak hanya diukur dari terselenggaranya pemilu secara aman dan lancar, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga persatuan setelah perbedaan pilihan politik terjadi.
 
“Perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun setelah seluruh tahapan selesai, yang harus dikedepankan adalah semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong untuk membangun daerah serta bangsa,” kata Zulkifli.
 
Ia menilai pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 berlangsung aman dan kondusif, termasuk di Balikpapan. Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan semakin matangnya kehidupan demokrasi masyarakat.
 
Zulkifli mengatakan politik yang berintegritas harus dibangun di atas nilai kejujuran, tanggung jawab, kepatuhan terhadap hukum, serta menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Adapun politik yang bermartabat tercermin melalui etika, penghormatan terhadap perbedaan pandangan, serta terbukanya ruang dialog yang sehat.
 
Di tengah perkembangan teknologi informasi, ia mengingatkan ancaman hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, dan polarisasi sosial dapat mengganggu kohesi masyarakat. Karena itu, peningkatan literasi politik dan literasi digital menjadi kebutuhan penting.
 
“Kontestasi politik telah selesai, sehingga saat ini yang perlu diperkuat adalah semangat persatuan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Demokrasi yang sehat tidak berhenti pada proses pemungutan suara, tetapi juga diwujudkan melalui budaya dialog, saling menghormati, dan menjaga kondusivitas daerah,” ujar Zulkifli.
 
Zulkifli yang juga Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Balikpapan mengatakan stabilitas sosial dan politik menjadi modal penting bagi Balikpapan sebagai gerbang menuju Ibu Kota Nusantara untuk mendukung pembangunan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas