NusaUtaraTV.Com, MERAUKE - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mendorong para petani di Distrik Semangga, khususnya di Kampung Waninggap Kai, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, agar terus maju dan sejahtera.
Dorongan itu disampaikan dalam sambutannya usai menggelar gerakan tanam padi bersama di Kampung Waninggap Kai, Merauke, Sabtu (4/7/2026). Dukungan yang diberikan berupa beragam alat dan mesin pertanian (alsintan).
Mentan Amran mengatakan, bantuan untuk para petani di Papua Selatan tahun ini senilai Rp1,3 triliun, dalam bentuk peralatan pertanian serta gudang pupuk. Ia menegaskan seluruh bantuan peralatan pertanian yang disiapkan diperuntukkan bagi masyarakat.
"Kami bangga datang dan melihat pengelola operator adalah putra daerah Semangga, inilah tujuannya, transfer teknologi ke putra-putri terbaik daerah," kata dia dalam sambutannya.
Menurut Mentan, teknologi yang digunakan di Papua Selatan, khususnya di Waninggap Kai, sejajar dengan yang digunakan di Jepang, Amerika, dan negara-negara maju lainnya.
"Kami baru berkunjung dari sana, kemajuan dan teknologi pertanian yang digunakan sama," ujarnya sembari menyemangati para petani.
Ia mengatakan, penanaman padi di Merauke hingga kini masih dua kali tanam dalam setahun, namun bakal didorong menjadi tiga kali tanam dalam setahun.
"Ini demi untuk kesejahteraan masyarakat, kemudian pendapatan petani naik tiga kali lipat, 30 persen," kata Mentan Amran.
Ia menyebut, seluruh peralatan pertanian yang diserahkan untuk masyarakat Semangga kini mencakup alsintan yang digunakan mulai dari tanam, pembibitan, hingga panen, semuanya menggunakan teknologi tinggi.
Mentan Amran juga mengajak semua pihak untuk saling berkolaborasi dan tidak saling menghujat.
"Orang berhasil itu saling bergandengan tangan, kita baku pelihara, tumbuh bersama, kita butuh kolaborasi," ujar Mentan Amran.
Dari 100 ribu hektare sawah, kata Mentan, pendapatan petani secara keseluruhan kurang lebih sekitar Rp1,6 triliun setiap tahun. Namun jika dijaga dengan baik, pendapatan tersebut berpotensi mencapai Rp13 triliun.