https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
30 Apr 2026 | Dilihat: 1108 Kali

Jaksa Agung Gelar Rotasi Besar, Kaltim Tetap Stabil di Tengah Pusaran Pergantian

noeh21
      
Nustar TV nusautaratv.com, Jakarta — Rabu sore, 29 April 2026, Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung ramai lebih dari biasanya. Tiga puluh pejabat mengucapkan sumpah jabatan 14 di antaranya Kepala Kejaksaan Tinggi, sisanya pejabat eselon II.
 
Jaksa Agung ST Burhanuddin yang memimpin langsung upacara itu tidak datang dengan wajah seremonial. Ia datang dengan pesan.
 
Sejumlah provinsi besar berganti nahkoda. Abd Qohar AF naik ke kursi Kajati Jawa Timur. Sutikno mengambil alih Jawa Barat. Teguh Subroto dipercaya memimpin Jawa Tengah. Di wilayah timur, Sugeng Riyanta kini menjabat Kajati Sulawesi Tenggara, sementara Sila Haholongan Pulungan memimpin Sulawesi Selatan.
 
Kalimantan Timur tidak masuk daftar. Supardi masih di posisinya sebagai Kajati Kaltim.
 
Dalam sambutannya, Burhanuddin menegaskan bahwa jabatan bukan soal hak atau kewenangan semata. "Jabatan tersebut bukan sekadar hak atau wewenang, melainkan alat strategis untuk menjawab tantangan zaman dan memimpin perubahan ke arah yang lebih baik," katanya.
 
Ia juga menyinggung data yang membuatnya prihatin. "Terkait masalah integritas, saya prihatin atas data yang menunjukkan adanya pegawai aktif yang telah dijatuhi hukuman disiplin hingga April 2026," ujarnya. Konsekuensinya jelas: tidak ada promosi jabatan struktural bagi mereka.
 
Soal cara kerja, Burhanuddin tidak memberi ruang kompromi. "Kejaksaan tidak boleh lagi bekerja secara biasa-biasa saja atau business as usual, melainkan harus berani melakukan terobosan dengan tetap berlandaskan hukum dan etika," tegasnya.
 
Ia pun meminta para pimpinan baru menjalankan pengawasan ketat. "Tanggung jawab atas tindakan setiap anggota sepenuhnya berada di tangan pimpinan satuan kerja masing-masing," tambahnya.
 
Pesan itu berlaku menyeluruh termasuk bagi yang tidak dirotasi. Di Kaltim, pembenahan sudah berjalan lebih dulu. Maret lalu, Supardi sudah memimpin pelantikan internal, mengganti Kajari Samarinda dan beberapa pejabat lainnya. Arahnya sama: percepatan, akurasi, dan tidak ada ruang bagi yang bekerja asal-asalan.
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas