01 Jun 2026 | Dilihat: 1115 Kali
Wali Kota Balikpapan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Minta Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Penjaga Ideologi Bangsa
Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas'ud, SE., ME., memimpin upacara bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 sekaligus membacakan pidato Kepala BPIP, di Halaman Balai Kota Balikpapan, Senin (1/6/2026)
NusaUtaraTV.Com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Halaman Balai Kota Balikpapan, Senin (1/6/2026). Wali Kota Dr H Rahmad Mas'ud SE., ME. bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Wakil Wali Kota Dr Ir H Bagus Susetyo, MM., jajaran Forkopimda, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam upacara itu, Rahmad Mas'ud membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, yang menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila adalah momen refleksi bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", pidato itu menekankan relevansi Pancasila baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
"Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian. Pancasila mempersatukan keberagaman Indonesia dalam satu ikatan kebangsaan yang kokoh," demikian kutipan pidato Kepala BPIP yang dibacakan Wali Kota.
Pidato itu juga menyoroti komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia melalui politik luar negeri bebas aktif yang berlandaskan nilai musyawarah, mufakat, kemanusiaan, dan keadilan sosial.
Usai membacakan pidato, Rahmad Mas'ud menyampaikan pesan kepada generasi muda. Ia mendorong agar Pancasila tidak sekadar dipahami secara teoritis, melainkan benar-benar diamalkan dalam keseharian.
"Saya mengajak seluruh generasi muda Kota Balikpapan untuk memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kalian adalah agen perubahan dan garda terdepan dalam menjaga persatuan, toleransi, serta semangat kebangsaan," ujar Rahmad Mas'ud.
Ia juga mengingatkan bahwa arus informasi yang kian cepat di era digital harus diimbangi dengan penguatan karakter kebangsaan, agar generasi muda tidak mudah terpengaruh paham yang bertentangan dengan Pancasila.
"Balikpapan kita bangun, kita jaga, dan kita bela. Kita bangun dengan amal, kita jaga dengan iman, dan kita bela dengan doa," katanya.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin perwakilan Kementerian Agama Kota Balikpapan.