Nustar TV
nusautaratv.
com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) memastikan perhelatan Ramadan tidak berhenti sebagai agenda seremonial.
Lewat ajang Ramadan Balikpapan Vaganza 129, Pemkot menghadirkan ruang promosi sekaligus akselerator transaksi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Kepala Disparpora Balikpapan, Ratih Kusuma, menegaskan kegiatan tersebut dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat dengan melibatkan pelaku kreatif lokal secara langsung.
"Pemerintah kota berupaya dalam menggerakkan sektor ekonomi dengan menggandeng pelaku ekonomi kreatif," kata Ratih saat memberikan sambutan Wali Kota Balikpapan, Jum'at (27/2/2026).
Ia mengatakan, subsektor industri kreatif berbasis religi di Balikpapan memiliki peluang pasar yang besar. Namun, ruang promosi yang konsisten masih terbatas.
Karenanya, Momentum Ramadan dinilai tepat untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen dalam satu ekosistem kegiatan.
"Melalui Ramadan Balikpapan Vaganza 129, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis memperkenalkan subsektor industri kreatif religi kepada masyarakat," tuturnya.
Ratih menekankan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan nuansa budaya dan religi, tetapi juga membuka akses pasar yang konkret bagi pelaku UMKM agar secara langsung dapat merasakan dampak ekonomi.
"Lewat ajang ini kita menggabungkan unsur religi, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu kegiatan," imbuhnya.
Pemkot menilai ekonomi kreatif memiliki peran penting sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis ide, kreativitas, dan inovasi. Sektor ini tidak lagi bertumpu pada sumber daya alam, melainkan pada gagasan, talenta, dan nilai tambah dari kemampuan sumber daya manusia.
Di kota seperti Balikpapan, ekonomi kreatif menjadi alternatif strategis untuk menciptakan lapangan kerja baru, memperluas jejaring usaha, serta meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.

Ketua Ekraf Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas'ud mengatakan bahwa Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Balikpapan kini memasuki fase penguatan basis data dan pemetaan subsektor hingga tingkat kelurahan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan program pembinaan lebih terarah dan tepat sasaran. Hingga awal 2026, sebanyak 781 pelaku kreatif telah terverifikasi, sedangkan sekitar 1.200 lainnya masih dalam tahap validasi.
Penguatan basis data, kata Nurlena, menjadi fondasi dalam penyusunan program lanjutan.
"Memasuki 2026, kami akan lebih masif melakukan penjaringan dan pemetaan subsektor kreatif hingga ke tingkat kelurahan," sebutnya.
Sepanjang 2025, Ekraf Balikpapan telah menggelar berbagai kegiatan kolaboratif, mulai dari workshop, pelatihan, hingga event kreatif yang memadukan seni, budaya, dan olahraga.
Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku industri kreatif sekaligus membuka ruang jejaring dan kolaborasi.
Menurut Nurlena, Ramadan Balikpapan Vaganza 129 menjadi momentum religius yang berdampak ekonomi signifikan, khususnya bagi pelaku UMKM lokal.
Pada kesempatan itu, ia turut mengajak masyarakat tidak hanya hadir meramaikan acara, tetapi juga berpartisipasi aktif dengan membeli produk-produk lokal.
"UMKM di sini kami hadirkan agar masyarakat membeli dan mendorong perputaran ekonomi lokal," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, menjadi ruang pertemuan nilai spiritual Ramadan dengan aktivitas ekonomi produktif. Dukungan pemerintah kota, lanjutnya, memberi wadah bagi pelaku usaha untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Ke depan, Ekraf Balikpapan menargetkan sejumlah program lanjutan pada 2026, antara lain workshop budaya, fasilitasi sertifikasi hak kekayaan intelektual (HAKI), event lari kreatif, serta partisipasi dalam rangkaian peringatan hari jadi kota.