Nustar TV
nusautaratv.
com, BALIKPAPAN - Mahasiswa Fakultas Pendidikan, Keguruan dan Budaya (FPKB) Universitas Balikpapan menyoroti arah kebijakan rekrutmen tenaga guru di Kota Balikpapan.
Dalam pertemuan dengan Komisi IV DPRD Balikpapan, mahasiswa mempertanyakan peluang bagi lulusan lokal di tengah kebutuhan tenaga pengajar yang masih tinggi.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FPKB Universitas Balikpapan, Ismail, menyebut kekurangan guru yang terjadi saat ini justru belum sepenuhnya diikuti dengan kebijakan yang menjawab kebutuhan regenerasi.
“Kami melihat ada kebutuhan guru, tapi bagaimana kebijakan ke depan untuk regenerasi itu yang kami pertanyakan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pelaksanaan rekrutmen melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang saat ini digunakan pemerintah daerah.
Menurutnya, berdasarkan pengamatan mahasiswa, sebagian tenaga pengajar yang direkrut bukan berasal dari Balikpapan.
“Kalau kami lihat, cukup banyak yang non-lokal. Ini yang jadi pertanyaan, bagaimana dengan lulusan dari daerah sendiri,” katanya saat diwawancara, Senin (6/4/2026).
Mahasiswa, lanjutnya, berharap pemerintah kota bersama DPRD dan Dinas Pendidikan dapat memberikan perhatian terhadap keberlanjutan tenaga pendidik di daerah.
Ia juga menyebut adanya informasi terkait rencana penerimaan tenaga guru lanjutan, yang dinilai perlu disampaikan secara terbuka.
“Informasi itu penting, supaya kami juga mengetahui arah kebijakan ke depan,” pungkasnya.