https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
12 Feb 2026 | Dilihat: 1220 Kali

Business Matching, Strategi TPID Mitigasi Gejolak Harga Pangan

noeh21
      
 
Nustar TV nusautaratv.com, Balikpapan - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan mempererat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
 
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pengendalian inflasi daerah sekaligus memitigasi potensi gejolak harga pangan.
 
Sinergi tersebut diwujudkan melalui fasilitasi kerja sama pasokan antara produsen dan distributor pangan lokal dengan mitra supplier Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi–Makan Bergizi Gratis (SPPG-MBG) di tiga wilayah kerja KPwBI Balikpapan.
 
Upaya ini dinilai strategis seiring dengan rencana bertambahnya jumlah SPPG yang beroperasi di Balikpapan, PPU, dan Paser pada 2026. Karena itu, diperlukan strategi mitigasi untuk memastikan pemenuhan pasokan pangan bagi program MBG dapat berjalan berkelanjutan tanpa menimbulkan tekanan terhadap harga.
 
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan produk pangan lokal sebagai prioritas dalam menu MBG.
 
"Dengan demikian, program MBG dapat memberikan multiplier effect secara ekonomi signifikan kepada daerah dengan perputaran uang dalam pemenuhan bahan pangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," ujar Robi melalui siaran pers, Kamis (12/2/2026).
 
Adapun, Fasilitasi penjajakan kerja sama tersebut dilakukan melalui pelaksanaan business matching oleh TPID Kota Balikpapan, TPID PPU, dan TPID Paser. 

 
Kegiatan ini mempertemukan produsen dan distributor pangan dengan mitra supplier SPPG-MBG untuk melakukan koordinasi serta penjajakan kerja sama pasokan.
 
Dalam rangkaian business matching yang dilaksanakan pada 4–5 dan 9 Februari di Balikpapan, 9 Februari di Paser, serta 10 Februari di Penajam, disampaikan informasi terkait ketersediaan pasokan pangan di masing-masing daerah. 
 
Pasokan tersebut mencakup produksi pangan lokal dari petani, peternak, dan pembudidaya ikan, serta pasokan dari distributor yang mendatangkan bahan pangan dari luar wilayah.
 
Selain itu, dipaparkan pula profil masing-masing produsen dan distributor pangan yang berpotensi terlibat dalam kerja sama pasokan dengan mitra SPPG-MBG.
 
Pada kesempatan yang sama, mitra supplier SPPG dan pengelola SPPG menyampaikan kebutuhan komoditas pangan secara periodik, antara lain sayuran, aneka buah, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, serta tahu dan tempe sebagai produk olahan. Kebutuhan tersebut disesuaikan dengan daftar menu yang telah diajukan dan disepakati oleh SPPG.
 
Kepala KPPG Balikpapan juga menekankan perkembangan operasionalisasi SPPG, kebutuhan sejumlah komoditas pangan secara bulanan, serta struktur biaya MBG per penerima manfaat. 
 
Untuk menindaklanjuti pelaksanaan business matching tersebut, telah dilakukan koordinasi dan pendalaman antara produsen dan distributor pangan Balikpapan dengan mitra SPPG-MBG. 
 
Lebih lanjut, melalui lead oleh Kepala Bappedalitbang Balikpapan, pendalaman antara produsen pangan dan distributor pangan dapat berjalan dengan optimal untuk Wilayah Balikpapan, sehingga teridentifikasi delapan kesepakatan awal (penjajakan) antara produsen dan distributor dengan mitra SPPG yang nantinya akan di finalisasi kerjasama yang dapat disepakati dan ditandatangani pada 18 Februari 2026 dalam High Level Meeting (HLM) TPID gabungan Balikpapan, PPU, dan Paser. 
 
Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Paser, kerja sama pasokan pada tahap awal diprioritaskan pada komoditas telur ayam ras yang juga akan difinalisasi dalam HLM tersebut. Adapun di Kabupaten PPU, kerja sama awal difokuskan pada pasokan tahu dan tempe dari produsen lokal kepada mitra SPPG, yang rencananya juga akan difinalisasi dalam HLM gabungan.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas