https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
27 Apr 2026 | Dilihat: 1127 Kali

Ketua Adat Dayak Kenyah Ingatkan: Alam Bukan untuk Dieksploitasi

noeh21
Lampang Bilung, Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Kota Balikpapan
      
Nustar TV nusautaratv.com, BALIKPAPAN — Di tengah tekanan eksploitasi sumber daya alam yang terus menggerus Kalimantan, pesan tentang harmoni manusia dan alam kembali bergema dalam Festival Budaya Dayak yang digelar Sekolah Alam Balikpapan, Minggu (26/4/2026).
 
Puncak festival menghadirkan talkshow bertema "Harmoni Suku Dayak dengan Alam". Tampil sebagai narasumber utama, Lampang Bilung, Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Kota Balikpapan, menyampaikan pesan yang kian relevan di tengah krisis lingkungan.
 
"Dalam adat kami, alam bukan untuk dieksploitasi. Alam adalah bagian dari kehidupan. Merusaknya berarti merusak diri sendiri," tegasnya di hadapan ratusan peserta.
 
Kearifan Lokal Berhadapan dengan Modernisasi
 
Lampang mengingatkan bahwa masyarakat Dayak sejak lama mengenal prinsip "ambil secukupnya, jaga selebihnya" bukan sekadar filosofi, melainkan praktik hidup yang diwariskan lintas generasi.
 
Prinsip itulah yang kini berhadapan dengan arus modernisasi yang kerap mengabaikan keseimbangan ekologis. Talkshow ini secara tidak langsung menyoroti kesenjangan antara kearifan lokal dan pola pembangunan yang cenderung eksploitatif.
 
Budaya Lebih dari Seremoni
 
Berbeda dari festival budaya pada umumnya, kegiatan ini tidak berhenti pada pertunjukan. Sekolah Alam Balikpapan mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang budaya sebagai sistem nilai bukan sekadar warisan estetis.
 
Lomba tari, permainan tradisional, hingga pertunjukan musik sape, seluruhnya diarahkan sebagai media edukasi bagi generasi muda.
 
"Budaya tidak boleh hanya ditampilkan, tetapi harus dipahami dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari," menjadi semangat yang diusung.
 
Perempuan Adat di Garis Terdepan
 
Lampang Bilung bukan sekadar narasumber. Ia adalah representasi perempuan adat yang konsisten menjaga budaya di tengah perubahan zaman aktif dalam pelatihan kerajinan, pelestarian bahasa Kenyah, hingga advokasi nilai adat di masyarakat.
 
Perannya menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab komunitas adat, tetapi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas.
 
Pesan untuk Generasi Muda
 
Di hadapan para siswa, Lampang menyampaikan pesan yang sederhana namun mendasar.
 
"Kalau budaya hilang, kita kehilangan jati diri. Kalau alam rusak, kita kehilangan masa depan," ujarnya.
 
Festival ini pun menjadi ruang refleksi bahwa di tengah modernitas yang terus melaju, ada kearifan yang justru semakin mendesak untuk dijadikan pegangan. Ketika pembangunan terus berjalan, pertanyaan yang mengemuka tetap sama: apakah manusia masih mampu hidup selaras dengan alam?
 
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas