https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
22 Jul 2026 | Dilihat: 1112 Kali

Pulang dari Papua, Yonif 613/Raja Alam Diganjar Pujian Pangdam Mulawarman

noeh21
Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Krido Pramono, bersama 340 personel Satgas Yonif 613/Raja Alam usai tiba di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Rabu (22/7/2026)
      
NusaUtaraTV.Com, BALIKPAPAN – Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Krido Pramono, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh prajurit Satgas Yonif 613/Raja Alam yang baru saja menuntaskan Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) Mobile periode 2025-2026. Selain sukses menjalankan misi operasi, satgas ini juga dinilai berhasil merekatkan hubungan dengan masyarakat Papua melalui pendekatan teritorial yang humanis.
 
Penghargaan tersebut disampaikan langsung Mayjen TNI Krido Pramono saat memimpin upacara penyambutan ratusan personel Satgas Yonif 613/Raja Alam di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Rabu (22/7/2026). Sebanyak sekitar 340 prajurit tiba kembali di markas dalam kondisi aman dan lengkap.
 
"Atas nama seluruh keluarga besar Kodam VI/Mulawarman, saya mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh prajurit Satgas Yonif 613/Raja Alam. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, semangat juang, serta pengabdian tulus yang telah diberikan selama melaksanakan tugas negara," ujar Krido Pramono.
 
Ia menegaskan, capaian tersebut tak lepas dari profesionalisme, disiplin, dan militansi prajurit dalam menghadapi tantangan tugas di wilayah Papua yang kompleks. Selama masa penugasan, satgas berhasil merebut kembali sejumlah titik strategis, di antaranya Titik Yamo di Puncak Jaya, Titik Undu, Titik Purbalo, hingga Titik Mewoluk di kawasan Yambi-Mewoluk, serta melakukan operasi pembersihan di Kampung Lolok, Ilamburawi.
 
"Keberhasilan yang telah dicapai merupakan bukti nyata komitmen prajurit dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat," kata Krido.
 
Di luar capaian operasi militer, Pangdam menyoroti pencapaian lain yang tak kalah penting: keberhasilan pendekatan teritorial. Melalui komunikasi dan pembinaan intensif kepada warga, satgas berhasil mengajak lima anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XXVIII Yambi-Mewoluk untuk kembali berikrar setia kepada NKRI.

 
"Mereka berhasil mengajak masyarakat melalui pendekatan yang humanis. Dengan penuh kesadaran, ada yang menyatakan ikrar setia kepada NKRI. Ini merupakan capaian yang luar biasa," ungkapnya.
 
Pendekatan itu, kata Krido, dijalankan lewat berbagai kegiatan sosial mulai dari bantuan pendidikan, layanan kesehatan, karya bakti, pembangunan fasilitas umum, hingga menjalin komunikasi erat dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat. Pola ini terbukti membangun kepercayaan warga terhadap keberadaan prajurit TNI.
 
"Bahkan selama bertugas, masyarakat memberikan respons yang sangat positif. Mereka sangat dekat dengan prajurit. Alhamdulillah, sepanjang penugasan tidak terjadi kontak tembak. Artinya mereka mampu menyatu dengan masyarakat dan menjalankan tugas secara profesional," ujarnya.
 
Meski begitu, Pangdam mengingatkan setiap pelaksanaan operasi tetap wajib melalui evaluasi sebagai bagian dari pembinaan organisasi. Usai tiba di satuan, para personel akan menjalani konsolidasi, pengecekan personel dan materiil, hingga pembinaan lanjutan agar tetap siap menghadapi penugasan berikutnya.
 
Krido turut mengingatkan prajurit agar tidak lekas berpuas diri. Ia meminta seluruh personel menjaga disiplin, loyalitas, jiwa korsa, kesehatan, serta terus mengasah profesionalisme sebagai prajurit TNI Angkatan Darat. Penghargaan khusus juga disampaikan kepada keluarga prajurit yang senantiasa mendoakan dan mendukung selama masa penugasan.
 
Pangdam menyebut rotasi penugasan di lingkungan TNI AD berjalan secara berkala - sejumlah satuan lain dijadwalkan berangkat ke Papua pada Agustus mendatang sebagai bagian dari estafet Operasi Pengamanan Perbatasan RI-PNG.
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas