https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
05 Apr 2026 | Dilihat: 1153 Kali

Wisata Balikpapan Dihadapkan Persaingan Baru, Disparpora Siapkan Strategi Rebut Perhatian Turis

noeh21
Kepala Disparpora Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma
      
Nustar TV nusautaratv.com, BALIKPAPAN - Perubahan peta pariwisata di Kalimantan Timur mulai terasa di Balikpapan. Di tengah munculnya destinasi baru di kawasan penyangga, pemerintah kota kini dituntut menyusun strategi agar tidak kehilangan daya tarik wisatawan.
 
Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan mencatat pergerakan kunjungan wisata yang tidak lagi terpusat seperti sebelumnya. Wisatawan kini memiliki lebih banyak pilihan destinasi, sehingga pola kunjungan mengalami pergeseran.
 
Kepala Disparpora Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengatakan kondisi ini menjadi tantangan sekaligus sinyal perubahan dalam industri pariwisata daerah.
 
“Sekarang wisatawan tidak hanya datang ke satu kota. Mereka mulai menjelajah ke beberapa lokasi sekaligus,” ujarnya.
 
Menurutnya, kehadiran destinasi baru di wilayah sekitar membuat Balikpapan tidak lagi menjadi satu-satunya tujuan utama. Wisata berbasis alam hingga kawasan rekreasi baru ikut menarik perhatian pasar.
 
Situasi ini mendorong pemerintah untuk tidak hanya mengandalkan destinasi yang sudah ada, tetapi juga menciptakan pengalaman wisata yang lebih variatif.
 
Salah satu strategi yang mulai disiapkan adalah pengembangan atraksi berbasis aktivitas. Konsep ini menekankan keterlibatan langsung wisatawan, seperti olahraga air, kegiatan luar ruang, hingga wisata berbasis kebugaran.
 
Selain itu, pendekatan sport tourism mulai diperkuat untuk menjangkau segmen baru, terutama wisatawan yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan perjalanan.
 
“Wisata sekarang bukan hanya melihat, tapi mencari pengalaman. Itu yang sedang kami dorong,” ungkap Ratih.
 
Di sisi lain, peningkatan fasilitas pendukung juga menjadi perhatian. Ketersediaan akomodasi yang nyaman, akses yang mudah, serta layanan yang ramah dinilai menjadi faktor penting dalam mempertahankan minat wisatawan.
 
Pemerintah juga membuka peluang pengembangan konsep wisata berbasis kesehatan atau wellness, seiring meningkatnya tren relaksasi dan gaya hidup sehat di kalangan wisatawan.
 
Namun, Ratih menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan secara parsial. Keterlibatan pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat lokal menjadi kunci dalam membangun ekosistem wisata yang berkelanjutan.
 
Dengan dinamika yang terjadi, Balikpapan kini berada pada fase penyesuaian. Bukan sekadar mempertahankan jumlah kunjungan, tetapi juga berupaya memperkuat posisi di tengah persaingan destinasi yang semakin terbuka di Kalimantan Timur.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas