05 Mar 2026 | Dilihat: 1145 Kali
Sudah Beroperasi Sejak 1980, Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan Belum Pernah Direvitalisasi
Haemusri Umar, Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, saat diwawancara
Nustar TV
nusautaratv.
com, BALIKPAPAN - Pasar Inpres Kebun Sayur di Balikpapan Barat telah menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat selama lebih dari empat dekade. Namun sejak mulai beroperasi pada 1980, pasar tersebut belum pernah mengalami revitalisasi secara menyeluruh.
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kini mengusulkan penataan ulang kawasan pasar tersebut kepada pemerintah pusat melalui program revitalisasi pasar tradisional.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Haemusri Umar mengatakan, kawasan Pasar Inpres berdiri di atas lahan sekitar 1,7 hektare dan menampung ratusan pedagang.
"Jumlah pedagang yang beraktivitas di kawasan pasar ini sekitar 599 orang," tutur Haemusri saat ditemui di Balai Kota Balikpapan, pada Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, Pasar Inpres Kebun Sayur memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perdagangan masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
Pemerintah kota juga menilai keberadaan pasar tersebut memiliki nilai strategis bagi perekonomian daerah karena aktivitas transaksi yang terjadi setiap hari cukup tinggi.
Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong revitalisasi pasar agar fasilitas perdagangan dapat ditata lebih baik. Usulan revitalisasi tersebut telah disampaikan oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud dalam audiensi dengan Menteri Perdagangan di Jakarta.
Dalam proposal yang diajukan, estimasi kebutuhan anggaran pembangunan pasar diperkirakan mencapai Rp180 miliar. Pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan dukungan pembiayaan agar proyek tersebut dapat direalisasikan dalam beberapa tahun ke depan.