https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
10 Mar 2026 | Dilihat: 1242 Kali

Oddang Usul Utilitas Kota Ditata Ulang, Kabel Bawah Tanah Masih Tunggu Kajian Menyeluruh

noeh21
Anggota DPRD Balikpapan Syarifuddin Oddang
      
Nustar TV nusautaratv.com, BALIKPAPAN - Penataan jaringan utilitas di Balikpapan mulai dibahas sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kota. Salah satu opsi yang mengemuka adalah penggunaan sistem kabel bawah tanah, namun rencana tersebut dinilai masih membutuhkan kajian menyeluruh sebelum diterapkan.
 
Anggota DPRD Balikpapan Syarifuddin Oddang mengatakan gagasan penataan utilitas melalui jaringan bawah tanah sebenarnya sudah mulai dibicarakan dalam sejumlah pembahasan bersama pihak akademisi. 
 
Kajian tersebut dilakukan untuk melihat kemungkinan penerapan sistem tersebut sesuai dengan kondisi wilayah Balikpapan.
 
Menurutnya, penerapan kabel bawah tanah tidak hanya menyangkut aspek estetika kota, tetapi juga menyentuh berbagai persoalan teknis yang perlu diperhitungkan secara matang.
 
"Pembahasan mengenai kabel bawah tanah ini sudah kita lakukan bersama perguruan tinggi. Namun untuk pelaksanaannya masih perlu kajian lebih lanjut," ujarnya saat diwawancara langsung, pada Selasa (10/3/2026).
 
Oddang menjelaskan salah satu hal yang perlu dipastikan terlebih dahulu adalah pembagian kewenangan terhadap ruas jalan yang akan menjadi lokasi penataan utilitas.
 
Di Balikpapan, sejumlah ruas jalan berada di bawah kewenangan pemerintah kota, sementara sebagian lainnya merupakan jalan provinsi dan jalan nasional.
 
Perbedaan kewenangan tersebut membuat penataan jaringan utilitas harus melibatkan berbagai instansi agar kebijakan yang diambil dapat diterapkan secara terpadu.
 
"Kalau berbicara penataan di sepanjang jalan, kita harus melihat dulu status jalannya. Ada jalan kota, provinsi, sampai nasional," tuturnya.
 
Selain itu, kondisi geografis Balikpapan juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam perencanaan sistem utilitas bawah tanah.
 
Oddang menyebut karakteristik tanah di setiap wilayah berbeda sehingga penerapan sistem tersebut tidak bisa disamakan dengan kota lain yang telah lebih dulu menerapkannya.
 
Beberapa kawasan di Balikpapan juga memiliki potensi genangan air saat hujan sehingga aspek tersebut harus menjadi bagian dari kajian teknis.
 
"Setiap daerah punya kondisi tanah yang berbeda. Kita juga harus melihat apakah wilayah tersebut rawan genangan atau tidak," imbuhnya.
 
Bagi Oddang, apabila sistem kabel bawah tanah akan diterapkan, langkah awal yang paling memungkinkan adalah memulainya dari kawasan pembangunan baru.
 
Pada kawasan tersebut, jaringan utilitas dapat dirancang sejak tahap perencanaan pembangunan sehingga tidak memerlukan penyesuaian infrastruktur yang besar di kemudian hari.
 
"Di kawasan perumahan baru, jaringan utilitas bisa langsung direncanakan di bawah tanah sejak awal pembangunan," tandasnya.
 
DPRD berharap kajian yang sedang dilakukan dapat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan penataan utilitas yang lebih terencana, sehingga pengembangan infrastruktur kota dapat berjalan lebih tertata di masa mendatang.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas