https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
25 Mar 2026 | Dilihat: 1168 Kali

Dari Jalan Inpres 3 ke Catatan Dinas: Kasus Anak Nyaris Diculik Ungkap Celah Pengawasan di Permukiman

noeh21
      
Nustar TV nusautaratv.com, BALIKPAPAN - Peristiwa yang dialami seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di Jalan Inpres 3, Balikpapan Utara, menjadi perhatian serius dalam isu perlindungan anak di lingkungan permukiman.
 
Kejadian itu berlangsung Minggu (23/3/2026) sekitar pukul 20.15 WITA, saat korban pulang sendirian usai salat Isya dari Masjid Darul Muhajirin.
 
Di tengah jalan yang sepi usai hujan, korban dihentikan seorang pria bermotor yang awalnya bertanya arah jalan. Setelah mendapat jawaban, pelaku membuka helm dan terlihat mengenakan penutup wajah hitam.
 
Pelaku kemudian mengajak korban ikut dengan alasan meminta bantuan mengangkat tangga. Korban menolak dan sempat dibujuk.
 
“Dia bilang ‘sebentar saja kok dek’,” ujar kakak korban, Ersa.
 
Korban akhirnya melarikan diri dan tiba di rumah dalam kondisi panik, sesak napas, dan sempat tidak bisa berbicara.
 
Peristiwa ini kemudian menjadi perhatian Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Balikpapan.
 
Pelaksana Tugas Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose, menyatakan kejadian tersebut menunjukkan bahwa potensi kejahatan terhadap anak dapat muncul di ruang yang tidak terduga.
 
“Kejahatan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, sehingga kewaspadaan sangat penting,” ujarnya, Selasa (25/3/2026).
 
DP3AKB menilai, kasus di lingkungan permukiman seperti ini memperlihatkan adanya celah pengawasan, terutama saat anak berada di luar rumah tanpa pendamping.
 
Menurutnya, perlindungan anak tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat.
 
“Semua anak adalah anak kita. Tanggung jawab menjaga keselamatan mereka ada pada kita bersama,” katanya.
 
Di tingkat lingkungan, telah dibentuk struktur perlindungan seperti seksi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di RT serta Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) di tingkat kelurahan.
 
Namun, keberadaan struktur tersebut memerlukan peran aktif masyarakat agar dapat berfungsi optimal dalam menjaga keamanan anak.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas