https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
06 Mar 2026 | Dilihat: 1264 Kali

BI Catat Inflasi Balikpapan 0,75 Persen Jelang Ramadan, Tiket Pesawat hingga Cabai Rawit Alami Kenaikan

noeh21
      
Nustar TV nusautaratv.com, BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan mencatat inflasi Kota Balikpapan pada Februari 2026 mencapai 0,75 persen secara bulanan (month to month/mtm). Kenaikan harga sejumlah komoditas, termasuk tiket pesawat dan cabai rawit, menjadi faktor yang mendorong inflasi menjelang Ramadan.
 
Secara tahunan, inflasi Balikpapan tercatat 4,14 persen (year on year/yoy). Data tersebut baru dirilis Bank Indonesia meski saat ini masyarakat telah memasuki pekan kedua Ramadan.
 
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi mengatakan peningkatan inflasi dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri.
 
“Kenaikan inflasi terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan HBKN Idul Fitri, serta frekuensi hujan yang tinggi yang memengaruhi produksi komoditas hortikultura,” ujarnya.
 
Menurut Robi, tekanan inflasi di Balikpapan terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil sebesar 0,27 persen (mtm).
 
Sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga selama Februari, di antaranya angkutan udara, emas perhiasan, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, serta kangkung.
 
Harga tiket pesawat meningkat seiring bertambahnya mobilitas masyarakat yang mulai merencanakan perjalanan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
 
Sementara itu, kenaikan harga cabai rawit dipicu berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi di Jawa dan Sulawesi akibat curah hujan yang tinggi.
 
“Curah hujan yang tinggi memengaruhi produksi di daerah pemasok sehingga pasokan cabai rawit berkurang, sementara permintaan masyarakat meningkat,” urai Robi.
 
Selain itu, harga emas perhiasan juga mengalami kenaikan mengikuti tren harga emas global yang masih menguat.
 
Kenaikan harga bahan bakar rumah tangga turut dipengaruhi keterbatasan pasokan LPG di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
 
Komoditas sayuran seperti kangkung juga mengalami kenaikan harga karena produksi lokal menurun akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
 
Meski mengalami kenaikan, inflasi tahunan Balikpapan masih lebih rendah dibandingkan inflasi gabungan empat kota di Kalimantan Timur yang tercatat 4,64 persen (yoy). Angka tersebut juga berada di bawah inflasi nasional yang mencapai 4,76 persen (yoy).
 
Namun demikian, inflasi tahunan Balikpapan masih berada di atas sasaran inflasi nasional tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 2,5 persen ±1 persen.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas