23 Mei 2024 | Dilihat: 397 Kali
Gadis ABG di Morowali Sulteng Bunuh Ibu Pakai Pisau, Ayah Ikut Ditikam Saat Melerai
NusaUtaraTV, Morowali- Seorang Gadis ABG berinisial Z (17) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) tega menikam ibu kandungnya berinisial K (45) menggunakan pisau hingga tewas.
Ayah pelaku berinisial A (50) yang hendak menghentikan perbuatan anaknya tersebut juga ikut mendapat tikaman di bagian perut.
Kapolres Morowali AKBP Suprianto mengatakan peristiwa itu terjadi di rumah korban di Desa Onepute, Kecamatan Bungku Timur pada Senin (20/5/2024) subuh.
Dia menjelaskan, insiden berdarah itu terjadi saat pelaku baru pulang dari masjid melaksanakan salat subuh berjemaah. Pelaku yang baru tiba di rumahnya di Desa Onepute, Kecamatan Bungku Timur pada Senin 20 Mei 2024 subuh tiba-tiba langsung memasuki kamar orang tuanya dan menikam sang ibu yang tengah tertidur.
"Jadi pulang salat subuh, pelaku ini langsung masuk di kamar orang tuanya di situ dia menikam ibunya yang sedang tidur," katanya.
Saat menikam ibunya, sang ayah mendengar jeritan tersebut. Sontak saja sang ayah masuk ke kamar dan berusaha menolong istrinya. Namun tak pikir panjang pelaku Z justru turut menikam sang ayah hingga akhirnya kritis.
"Bapaknya ini berusaha mau menolong istrinya karena mendengar menjerit saat ditikam. Tapi pas masuk di kamar bapaknya juga ikut ditikam pas di perut," ujarnya.
Setelah kejadian itu, pelaku yang masih duduk di bangku SMK kelas 2 itu langsung diamankan anggota keluarga yang lain. Sementara kedua korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sang ibu tidak bisa tertolong lalu meninggal dunia, sementara sang ayah selamat dan masih dalam perawatan medis.
Suprianto mengaku saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Termasuk memeriksa pelaku untuk mengetahui motif penikaman maut itu.
Suprianto mengatakan pelaku kini diamankan di Polres Morowali. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku.
"Pelaku Z akan menjalani pemeriksaan setelah kondisinya stabil, kami juga akan melakukan upaya untuk mengetahui motif dan latar belakang kejadian ini. Kami juga belum periksa bapaknya karena masih suasana duka juga,” kata Suprianto.