Nustat TV
nusautaratv.
com, BALIKPAPAN - Sebuah tim basket pelajar dari Balikpapan akan membawa nama Kalimantan ke panggung kompetisi nasional. Tim basket SMAN 1 Balikpapan dipastikan tampil dalam Rajawali Cup 2026 yang akan digelar di Riau pada 6-12 April mendatang.
Dalam turnamen tersebut, SMAN 1 Balikpapan menjadi satu-satunya sekolah dari Pulau Kalimantan yang mendapat undangan. Mereka akan bersaing dengan tim-tim pelajar dari berbagai kota besar di Indonesia yang memiliki rekam jejak sebagai juara kompetisi Honda DBL di daerah masing-masing.
Rajawali Cup dikenal sebagai turnamen basket pelajar tingkat nasional yang mempertemukan sekolah-sekolah terbaik dari berbagai wilayah. Bagi tim yang dikenal dengan nama Semansa, keikutsertaan ini menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan melawan lawan yang lebih beragam.
Pelatih tim basket SMAN 1 Balikpapan, Riswin, mengatakan undangan tersebut diberikan setelah panitia memantau performa tim dalam beberapa kompetisi nasional.
“Rajawali Cup ini invitation. Pesertanya sekolah-sekolah yang pernah juara DBL di daerah masing-masing,” kata Riswin saat dihubungi, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan penyelenggara mulai memperhatikan tim Semansa sejak tahun lalu. Komunikasi dengan panitia kemudian berlanjut hingga akhirnya undangan resmi diberikan kepada SMAN 1 Balikpapan untuk mengikuti edisi 2026.
“Panitia menghubungi saya lewat Instagram. Mereka melihat konsistensi kami di beberapa event nasional, termasuk saat mengikuti Kapolri Cup,” ujarnya.
Keikutsertaan di Rajawali Cup menjadi kelanjutan dari perjalanan prestasi tim basket SMAN 1 Balikpapan. Dalam tiga musim terakhir, tim tersebut berhasil menjuarai Honda DBL with Kopi Good Day East Kalimantan.
Untuk menghadapi turnamen nasional itu, Semansa menyiapkan 15 pemain. Sebagian besar merupakan siswa kelas XII yang telah cukup lama bermain bersama dalam berbagai kompetisi.
Persiapan latihan saat ini difokuskan pada penguatan kondisi fisik serta mental pemain, mengingat turnamen berlangsung di tengah bulan Ramadan.
“Latihan lebih ke menjaga endurance dan mental. Dari sisi strategi sebenarnya tinggal mengulang pola yang sudah ada,” tutur Riswin.
Meski akan menghadapi tim-tim kuat dari kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Banten, target yang dipasang tim tetap realistis. Menurut Riswin, menembus babak semifinal sudah menjadi capaian penting bagi sekolah maupun daerah.
Di sisi lain, perjalanan menuju Riau juga menghadapi tantangan lain, yakni persoalan pendanaan keberangkatan tim.
Sebagai sekolah negeri, biaya perjalanan sementara ini masih ditanggung secara mandiri oleh orang tua para pemain. Karena itu, tim membuka peluang dukungan dari sponsor maupun pihak lain yang ingin terlibat.
“Kami membuka kesempatan sponsorship. Ini bukan hanya membawa nama sekolah, tapi juga Kalimantan Timur,” sebutnya.
Riswin berharap dukungan juga datang dari pemerintah daerah maupun organisasi olahraga di Kalimantan Timur agar para pemain dapat tampil maksimal.
Bagi dirinya, kesempatan tampil di level nasional bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga pengalaman bagi atlet pelajar dari daerah.
“Jangan merasa dari daerah lalu tidak bisa bersaing. Kalau kerja keras dan konsisten, peluang itu pasti ada,” pungkasnya.