https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
31 Jul 2026 | Dilihat: 1115 Kali

Puluhan Kios Ludes Terbakar di Pasar Sepinggan Balikpapan, Diduga Akibat Korsleting Listrik

noeh21
      
NusaUtaraTV.Com, BALIKPAPAN – Puluhan kios di Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan, hangus terbakar pada Jumat (31/7/2026) pagi. Pemerintah Kota Balikpapan masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut, meski informasi awal mengarah pada dugaan korsleting listrik.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan Usman Ali mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 07.00 Wita. Seluruh armada pemadam kebakaran dari berbagai sektor langsung dikerahkan ke lokasi begitu informasi diterima.
 
"Semua unit kami kerahkan. Ada juga bantuan dari berbagai unsur untuk mempercepat pemadaman," kata Usman.
 
Ia menjelaskan proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Sebagian besar bangunan kios di Pasar Sepinggan berbahan kayu sehingga api dengan cepat membesar. Akses menuju lokasi yang sempit serta banyaknya kabel yang melintang turut menghambat mobilitas petugas di lapangan.
 
"Hingga saat ini masih ada titik api yang kami padamkan karena di dalam kios masih terdapat material yang mudah terbakar," ujarnya.
 
Berdasarkan pendataan sementara, puluhan kios terdampak dalam insiden ini, namun jumlah pasti bangunan yang rusak masih menunggu pendataan lanjutan dari pengelola pasar. Terkait penyebab kebakaran, Usman menegaskan pihaknya belum bisa menyimpulkan asal api dan informasi yang beredar masih berdasarkan keterangan masyarakat serta pedagang di lokasi.
 
"Untuk penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari Inafis dan Satreskrim Polresta Balikpapan," tegasnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Haemusri Umar mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD dan menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat kepolisian. Menurutnya, berdasarkan informasi awal dari para pedagang, api diduga berasal dari instalasi listrik - sejumlah pedagang mengaku sempat melihat percikan api dari meteran listrik sebelum kobaran api membesar dan menjalar ke kios lainnya.
 
"Namun, itu masih sebatas informasi awal dan tentu menunggu hasil penyelidikan kepolisian," katanya.
 
Haemusri juga menyoroti minimnya sarana keselamatan kebakaran di Pasar Sepinggan. Saat api mulai muncul, pedagang disebut tidak menemukan alat pemadam api ringan (APAR), sehingga upaya pemadaman awal tidak dapat dilakukan dan api cepat membesar serta menjalar ke beberapa kios.
 
Dinas Perdagangan kini masih mendata jumlah kios yang mengalami kerusakan. Sebagai langkah penanganan sementara, pemerintah mempertimbangkan memanfaatkan los-los kosong di dalam pasar agar pedagang yang terdampak dapat kembali berjualan.
 
"Nanti akan kami lihat kondisinya. Kalau memungkinkan, pedagang bisa menempati los-los kosong yang masih tersedia," kata Haemusri.
 
Ia menambahkan, Pasar Sepinggan merupakan salah satu pasar tertua di Balikpapan yang telah berdiri sejak era 1970-an. Karena sebagian besar bangunannya sudah berusia puluhan tahun, pemerintah berencana mengusulkan revitalisasi pasar pada tahun anggaran mendatang.
 
"Jika memungkinkan pada tahun anggaran berikutnya, kami akan memprioritaskan revitalisasi agar kondisi pasar menjadi lebih aman dan representatif," pungkasnya.
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas