Nustar TV
nusautaratv.
com, Balikpapan, — Upaya mendorong kemandirian pangan masyarakat terus dilakukan oleh PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Terbaru, perusahaan menyalurkan bantuan kepada Kelompok Tani Cabe Ceria di RT 12, Kelurahan Kariangau, yang mengelola lahan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), yang dimana aktivitas warga di lahan seluas 50 x 63 meter itu tampak meningkat.
Sebanyak 19 anggota kelompok tani terlihat bergotong royong mengelola area tanam yang kini tertata dalam beberapa bedeng.
Lahan tersebut menjadi pusat produksi berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, terong, tomat, dan kemangi.
Direktur Utama PT KKT, Enriany Muis mengatakan, bahwa bantuan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Program TJSL ini kami fokuskan pada masyarakat sekitar. Kami melihat semangat warga dalam mengelola lahan cukup tinggi, sehingga kami ingin hadir untuk memperkuat upaya tersebut agar hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Enriany, Selasa (28/4/2026).
Dalam program ini, PT KKT menyalurkan 150 bibit tanaman hortikultura yang disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan warga. Selain itu, bantuan juga mencakup 45 karung pupuk, terdiri dari 20 karung pupuk kandang dan 25 karung pupuk kambing, guna meningkatkan kesuburan tanah.
Tak hanya itu, dukungan infrastruktur turut diberikan berupa tandon air berkapasitas 1.200 liter, mesin pompa air, serta paranet untuk melindungi tanaman dari cuaca ekstrem dan serangan hama.
Ketua RT 12 Kariangau, Jarnoto, mengapresiasi dukungan yang diberikan perusahaan. Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu warga dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari PT KKT. Kami berharap program seperti ini bisa terus berlanjut dan membantu warga meningkatkan hasil pertanian,” kata Jarnoto.
Hal senada disampaikan Sekretaris Kelompok Tani Cabe Ceria, Sri Hartati. Ia berharap adanya pendampingan berkelanjutan agar kelompok tani dapat berkembang lebih jauh.
“Kami ingin hasil panen meningkat dan bisa memberi manfaat lebih luas bagi warga sekitar,” ujarnya.
Sejauh ini, hasil panen dari lahan KRPL tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi anggota kelompok, tetapi juga mulai dipasarkan ke luar wilayah sebagai tambahan pendapatan.
Program ini dinilai tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga membangun fondasi kemandirian ekonomi masyarakat. PT KKT menegaskan akan terus mengembangkan program berbasis kebutuhan riil warga guna menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Di tengah keterbatasan lahan, inisiatif KRPL Cabe Ceria menunjukkan bahwa upaya kolektif masyarakat yang didukung berbagai pihak mampu menjadi solusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan lokal.