https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
04 Apr 2026 | Dilihat: 1122 Kali

Label Kota Ramah Anak Diuji, Balikpapan Hadapi Tantangan Pengasuhan di Era Digital

noeh21
      
Nustar TV nusautaratv.com, BALIKPAPAN - Status Balikpapan sebagai kota ramah anak tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan program pemerintah. Tantangan justru muncul di lingkungan terdekat anak: keluarga dan ruang digital yang semakin sulit dikontrol.
 
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menilai upaya perlindungan anak saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur seperti taman bermain atau sekolah ramah anak. Pola pengasuhan di rumah menjadi faktor penentu yang semakin krusial.
 
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, menyebut keluarga sebagai benteng pertama dalam membentuk karakter sekaligus melindungi anak dari berbagai risiko sosial.
 
“Lingkungan pertama anak itu keluarga. Di situlah nilai-nilai dasar dibentuk,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
 
Menurutnya, perubahan zaman membawa tantangan baru, terutama dari sisi paparan digital. Anak-anak kini lebih mudah mengakses berbagai konten, namun tidak semuanya sesuai dengan usia dan perkembangan mereka.
 
Kondisi ini membuat peran orang tua tidak lagi sebatas pengasuh, tetapi juga sebagai pengawas aktif dalam penggunaan teknologi. Tanpa pendampingan, risiko terhadap anak dinilai semakin besar.
 
“Teknologi tidak bisa dihindari, tapi harus didampingi. Kalau tidak, anak bisa terpapar hal-hal yang tidak sesuai,” trkan Rahmad.
 
Di sisi lain, pemerintah juga mulai memperkuat peran lingkungan sekitar dalam perlindungan anak. Ketua RT dan masyarakat didorong untuk lebih aktif memantau kondisi sosial di wilayah masing-masing.
 
Langkah ini dilakukan untuk membangun sistem perlindungan berbasis komunitas, di mana potensi masalah dapat dideteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi kasus serius.
 
Namun, upaya tersebut tidak lepas dari tantangan. Kesadaran masyarakat yang belum merata serta pola pengasuhan yang berbeda-beda membuat implementasi di lapangan tidak selalu berjalan optimal.
 
Karena itu, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, lingkungan, dan institusi pendidikan dalam menciptakan ruang yang aman bagi anak.
 
Status kota ramah anak, menurutnya, bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan.
 
Dengan dinamika yang terus berubah, Balikpapan kini dihadapkan pada pekerjaan rumah baru. Yakni, dengan memastikan anak-anak tidak hanya terlindungi secara fisik, tetapi juga secara sosial dan digital di tengah perkembangan zaman.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas