https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
31 Mei 2026 | Dilihat: 1169 Kali

Ditinggal Sebentar Ganti Popok Adik, Balita 2 Tahun di Manggar Ditemukan Tewas Hanyut di Bawah Jembatan Selili

noeh21
      
NusaUtaraTV.Com, BALIKPAPAN - Seorang balita berusia dua tahun, KAR, ditemukan meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus drainase di Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Minggu (31/5/2026) pagi.
 
Kejadian bermula ketika sang ibu masuk ke dalam rumah untuk mengganti popok adik bayi KAR. Hanya dalam hitungan menit, korban yang sebelumnya bermain di depan rumah di Jalan Mangga 5 RT 54 itu sudah tidak terlihat.
 
"Korban diketahui masih berada di sekitar depan rumah pada pagi hari. Namun beberapa saat kemudian keluarga menyadari korban sudah tidak berada di lokasi dan langsung melakukan pencarian," kata AKP M Chusen, Kapolsek Balikpapan Timur.
 
Petunjuk awal datang dari sandal milik KAR yang ditemukan di dekat saluran drainase depan rumah. Kecurigaan itu menggerakkan warga dan petugas untuk menyisir sepanjang aliran drainase yang menghubungkan kawasan Manggar menuju Selili.
 
"Warga kemudian melakukan penyisiran di sepanjang aliran drainase. Sekitar pukul 10.40 WITA korban ditemukan di bawah jembatan wilayah Selili RT 100 dalam kondisi tidak sadarkan diri," ujar Chusen.
 
Lokasi penemuan berada jauh dari titik hilangnya korban - menunjukkan betapa kuat arus drainase terbuka yang mengalir dari Manggar hingga Selili.
 
KAR segera dibawa ke RS Medika Manggar. Tim dokter melakukan resusitasi jantung paru (RJP), namun nyawa balita kelahiran 17 Desember 2023 itu tidak bisa diselamatkan.
 
"Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.00 WITA setelah seluruh upaya medis dilakukan oleh tim dokter," kata Chusen.
 
AKP M Chusen menyebut kejadian ini sebagai kecelakaan murni. Ia mendorong semua pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk mengevaluasi kondisi drainase terbuka yang berpotensi membahayakan warga, terutama anak-anak.
 
"Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk lebih memperhatikan keselamatan anak. Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terkait upaya mitigasi pada lokasi-lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga," tuturnya.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas