https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
28 Mar 2026 | Dilihat: 1146 Kali

Cabai Tak Lagi Rp150 Ribu, Tapi Warga Belum Bisa Bernapas Lega

noeh21
      
Nustar TV nusautaratv.com, BALIKPAPAN - Lapak cabai di Pasar Pandansari tak lagi memajang harga Rp150 ribu per kilogram seperti jelang Lebaran lalu. Angka itu memang sudah turun. Tapi bagi pedagang dan pembeli, situasi belum sepenuhnya pulih.
 
Ahmad, salah satu penjual cabai, masih mengingat lonjakan harga yang terjadi dalam waktu singkat.
 
“Lusa kemarin itu sampai Rp150 ribu, naiknya dua hari jelang Lebaran,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
 
Kini harga mulai bergerak turun. Namun, menurutnya, kondisi saat ini belum bisa disebut normal.
 
“Sekarang sudah turun, tapi biasanya normal itu di Rp60 ribuan,” ucapnya.
 
Di lapak sederhana itu, perubahan harga bukan sekadar angka. Saat harga melonjak, pembeli mengurangi jumlah belanja. Ketika harga turun pun, daya beli belum sepenuhnya kembali.
 
Fenomena ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase penyesuaian. Harga memang tidak lagi setinggi sebelumnya, tetapi juga belum kembali ke titik keseimbangan.
 
Kondisi tersebut sejalan dengan data Survei Pemantauan Harga (SPH) Minggu IV Maret 2026 Bank Indonesia yang mencatat inflasi sebesar 0,33 persen (mtm), setelah sebelumnya mencapai 0,75 persen pada Februari.
 
Cabai menjadi salah satu komoditas yang mendorong kenaikan harga, bersama bawang dan komoditas hortikultura lainnya. Artinya, apa yang terjadi di lapak Ahmad bukan peristiwa tunggal, melainkan bagian dari tekanan harga yang lebih luas.
 
Selama pasokan belum pulih dan harga belum kembali ke kisaran Rp60 ribu, cabai masih menjadi komoditas yang "terasa mahal" di kantong warga.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas