https://nusautaratv.com/
Tutup Menu
27 Mar 2026 | Dilihat: 1375 Kali

Bukan Sekadar Kendaraan, Balikpapan Siapkan Sistem Transportasi Berbasis Informasi untuk Ubah Cara Warga Bergerak

noeh21
      
Nustar TV nusautaratv.com, BALIKPAPAN - Perubahan sistem transportasi di Balikpapan tidak hanya menyasar kendaraan dan jalur. Pemerintah kota mulai menyiapkan sistem berbasis informasi yang akan mengubah cara masyarakat merencanakan perjalanan di dalam kota.
 
Melalui program Balikpapan Connectivity yang ditargetkan berjalan pada 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) merancang sistem transportasi yang terintegrasi, tidak hanya dari sisi moda, tetapi juga dari akses informasi bagi pengguna.
 
Kepala Dishub Balikpapan, M Fadli Pathurrahman, menyebut selama ini masyarakat masih menghadapi keterbatasan informasi dalam menggunakan transportasi, terutama saat menentukan rute dan berpindah dari satu moda ke moda lain.
 
“Ke depan masyarakat tidak perlu bingung lagi menentukan rute. Semua informasi akan tersedia, termasuk bagaimana berpindah dari satu moda ke moda lain secara efisien,” ujarnya.
 
Ia menjelaskan, sistem yang disiapkan akan memuat informasi perjalanan secara menyeluruh, mulai dari jalur yang tersedia, estimasi waktu tempuh, hingga titik-titik perpindahan antar moda transportasi.
 
Dengan sistem tersebut, pengguna tidak lagi bergantung pada perkiraan di lapangan, melainkan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih terukur.
 
Dishub membagi sistem transportasi kota ke dalam empat segmen utama, yaitu kendaraan pribadi, transportasi daring, angkutan kota, dan bus umum. Selama ini, keempat segmen tersebut berjalan secara terpisah tanpa keterhubungan yang jelas.
 
Melalui Balikpapan Connectivity, seluruh segmen tersebut akan diintegrasikan dalam satu sistem yang saling terhubung.
 
“Selama ini masing-masing berjalan sendiri. Ke depan harus terintegrasi supaya pergerakan lebih efisien,” ungkap Fadli.
 
Integrasi tersebut tidak hanya menyangkut jalur fisik di lapangan, tetapi juga keterhubungan informasi yang bisa diakses masyarakat.
 
Selain itu, Dishub juga menyiapkan skema perpindahan moda yang lebih terstruktur. Masyarakat nantinya diarahkan untuk menggunakan kombinasi transportasi, dari kawasan permukiman menuju jalur utama, hingga ke tujuan akhir.
 
Dalam sistem ini, angkutan kota akan difungsikan sebagai pengumpan (feeder) yang menghubungkan kawasan permukiman dengan moda transportasi utama seperti bus.
 
Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pola mobilitas yang lebih tertata, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
 
Saat ini, penyusunan sistem telah memasuki tahap evaluasi. Dishub melakukan penyesuaian terhadap desain yang telah dibuat agar sesuai dengan kondisi lapangan di Balikpapan.
 
“Grand design-nya sudah kami susun. Sekarang kami fokus pada evaluasi agar sistem ini benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.
 
Dalam satu tahun ke depan, Dishub menargetkan mulai terlihat perubahan awal di lapangan, baik dari sisi penataan jalur, peran moda transportasi, hingga kesiapan sistem informasi.
 
Program Balikpapan Connectivity diharapkan menjadi dasar dalam membangun sistem transportasi yang tidak hanya terintegrasi secara fisik, tetapi juga terhubung melalui informasi yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.
 
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah kota menyiapkan perubahan tidak hanya pada kendaraan yang digunakan, tetapi juga pada cara warga Balikpapan bergerak dari satu titik ke titik lainnya.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas