20 Maret 2023 | Dilihat: 285 Kali
Warga Keluhkan Sampah di Pesisir laut Kota Balikpapan Menumpuk! Alwi : Akan Pekerjakan Khusus Untuk Pembersihan Sampah Laut
noeh21
    

NusaUtaraTV, Balikpapan - Ketua Komisi III DPRD kota Balikpapan, Alwi Al Qodri Gelar Serap Aspirasi (Reses) masa sidang pertama tahun 2023 di halaman kelurahan Marga Sari Balikpapan Barat, Minggu (19/3/2023)

Alwi Al Qadri menyoroti permasalahan sampah yang berada di laut dan kawasan permukiman penduduk di atas air serta sampah berserakan kelaur di sekitaran musium Tentara Malaysia. Dikatakan dari beberapa pertanyaan Ia menerima usulan dan keluhan dari beberapa warga tersebut.

"Sampah di pesisir laut, khususnya di Marga Sari sudah mencapai ketinggian hingga satu meter di bawah kolong rumah warga, yang sulit sekali untuk dibersihkan. sekalipun menggunakan alat berat akan menghancur jembatan yang ada," ucap Alwi. 

"Sampah tersebut bukan hanya satu atau dua bulan saja tetapi sudah bertahun-tahun, mungkin kita bisa memperkerjakan khusus bersihkan sampah tersebut," sambungnya.

Alwi menambahkan bahwa sampah tersebut bisa datangnya dari kapal yang tiap hari lewat lebih dari 30 kapal perhari ditambah sampah pasar yang lebih banyak tiap harinya.



"Sampah dari kapal ini, memang sampai sekarang saya juga agak sedikit bertanya tentang sanksi yang diberikan untuk kapal. Sebab kapal itu kalau membuang sampah tidak ada tempatnya pasti langsung ke laut," ungkapnya.

"Terkait hasil kajian Komisi III dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), saya belum tahu rumusannya seperti apa? Tapi sudah saya bawakan ke kementerian untuk dilihatkan gambarnya, ya agak susah solusinya," jelas Alwi.

Sementara Direktur Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3 KLHK, Novrizal Tahar mengaku berbicara sampah di pesisir dan laut, sebenarnya 80 persen itu dari darat dan 20 persen dari laut.

"Artinya kalau kita bisa membenahi dari darat, itu 80 persen persoalan selesai. Dari laut kita juga melakukan pendekatan dengan Kementerian Perhubungan, seperti yang saya sebutkan ada tim koordinasi nasional penanganan sampah laut," ujarnya.

Selain itu sampah yang berada di Musium Tentara Malaysia, sampah sangat berserakan karena masyarakatnya yang kurang disiplin.

"Di Musium Tentara Malaysia disedikan Bak sampah besar, namun Warga yang membuang sampah seenaknya saja, sambil mengendarai motor warga buang sampah sehingga tidak masuk ke dalam baknya," pungkasnya. (Rie)