09 Juni 2023 | Dilihat: 201 Kali
Reses Perdana Slamet Iman Santoso, Serap Aspirasi Warga Perum Wika
noeh21
    

NusaUtaraTV, Balikpapan - Warga RT 13 Perumahan Wika, Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara, berkesempatan menyampaikan aspirasinya melalui Reses Masa Sidang II tahun 2023 anggota DPRD Kota Balikpapan Slamet Iman Santoso, digelar Jumat (9/6/2023).

Reses ini merupakan kegiatan serap aspirasi perdana Iman, sejak dilantik sebagai pengganti antarwaktu (PAW) anggota DPRD Balikpapan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sisa masa jabatan periode 2019-2024, 15 Maret 2023 lalu.

Iman menyerap berbagai aspirasi dalam kegiatan reses tersebut. Antara lain terkait parkir truk di kawasan perbatasan Kelurahan Gunung Samarinda Baru dan Damai Baru.

“Jadi ini persoalan yang sudah lama. Sebenarnya sudah diatur dalam Perda (Peraturan Daerah, Red) Ketertiban Umum.

Yakni semua kendaraan roda dua dan roda berapapun, tidak bisa parkir di area fasilitas umum,” ujarnya, ketika dihubungi usai reses.

Perda Tibum yang dimaksud, yakni Perda Kota Balikpapan Nomor 10 tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum.

Dalam Pasal 8 ayat 1, huruf i disebutkan salah satu kriteria pemilik atau pemakai kendaraan bermotor yang dilarang memarkir, dan atau menempatkan kendaraan bermotor di trotoar, dan atau di jalan, di tempat yang dapat mengganggu keindahan, ketertiban, kelancaran dan keamanan lalu lintas.

Ia mengatakan perlu ketegasan dari aparat terkait seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Jangan main kucing-kucingan. Betul-betul dilaksanakan. Seperti yang disampaikan oleh pjhak Kelurahan Gunung Samarinda Baru,” ungkapnya.

Dia menegaskan akan ikut melakukan monitoring dan mendesak komisi terkait, untuk lebih peduli dengan persoalan parkir truk di perbatasan kedua kelurahan tersebut.

Hal-hal yang mencuat dan menjadi kewajiban pemerintah kota dan menjadi aspirasi masyarakat terutama mengenai apa yang menjadi haknya, akan kami tampung,” ucapnya.

Beberapa warga yang hadir juga menyampaikan aspirasi terkait dampak yang ditimbulkan dari proyek yang dikerjakan PT Fahreza Duta Perkasa.

Yakni proyek peningkatan jalan di depan Global Sport Jalan MT Haryono, yang juga bagian dari proyek pengendali banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal.

Salah satu dampak yang dirasakan warga yakni kemacetan arus lalu lintas.

“Lalu menyangkut masalah pengadaan air bersih PTMB (Perumda Tirta Manuntung Balikpapan).

Tadi ditanya, bagaimana kualitas air. Kemudian fasum (fasilitas umum, Red) dan fasilitas sosial serta drainase,” ungkapnya.

Ia mengatakan, semua persoalan itu merupakan aspirasi masyarakat yang perlu ditindaklanjuti dan didengar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, dalam rangka memberikan ruang aspirasi untuk bisa dikerjakan.

“Seperti yang disampaikan, pertemuan ini bukan hanya wacana dan simbolis, tapi bagaimana agar betul-betul berkualitas dan bisa merealisasikan apa yang diinginkan masyarakat,” katanya.

Ia berharap Pemkot Balikpapan melalui dinas terkait dapat merealisasikan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat Kota Beriman, khususnya warga di Balikpapan Utara yang menjadi konstituennya.

“Dan yang lain juga ada yang meminta bantuan rumah ibadah,” imbuhnya.(Rie)